radarsurabayabisnis.id – Ketersediaan beras di Jawa Timur dipastikan masih dalam kondisi aman. Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur mencatat stok beras mencapai sekitar 1,38 juta ton.
Dengan stok tersebut, Jawa Timur tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di dalam provinsi, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memasok beras ke sejumlah daerah yang mengalami kekurangan.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Jawa Timur Langgeng Wisnu Adinugroho mengatakan kondisi stok beras di Jawa Timur saat ini sangat aman. Bahkan, surplus pasokan membuat Jatim dapat berperan sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan nasional.
Baca Juga: Antisipasi Kekeringan Berhasil, Produksi Beras Nasional 2026 Diproyeksi Tembus 28,71 Juta Ton
“kondisi stok beras Jawa Timur sangat aman. Bahkan, Jawa Timur masih bisa mengirim beras ke sejumlah daerah yang mengalami kekurangan,” ujar Langgeng di Surabaya, Kamis (13/8).
Pengadaan Beras Jatim Capai 106 Persen
Selain memiliki stok yang besar, realisasi pengadaan beras Bulog Jawa Timur juga telah melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Dari target pengadaan sebesar 883.000 ton, Bulog Jatim telah merealisasikan sekitar 920.000 ton. Artinya, realisasi tersebut telah mencapai sekitar 106 persen dari target.
Capaian itu memperkuat posisi Jawa Timur sebagai salah satu wilayah dengan pasokan beras yang relatif kuat. Surplus pengadaan juga memberikan ruang bagi Bulog untuk mendukung kebutuhan beras di daerah lain.
Menurut Langgeng, kondisi surplus tersebut menjadi modal penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional, terutama ketika terdapat provinsi yang membutuhkan tambahan pasokan.
Baca Juga: Stok Beras Capai 5,4 Juta Ton, Bulog Gandeng Pengusaha Penggilingan Jaga Kualitas
Beras Jatim Dikirim ke 17 Provinsi
Surplus beras di Jawa Timur tidak hanya disimpan untuk memenuhi kebutuhan lokal. Sebagian pasokan juga didistribusikan ke wilayah lain yang mengalami defisit.
Beberapa daerah yang menjadi tujuan pengiriman beras dari Jawa Timur antara lain Papua, Riau, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Secara akumulatif, beras dari Jawa Timur bahkan telah didistribusikan ke sekitar 17 provinsi di Indonesia.
“Penentuan daerah tujuan pengiriman dilakukan oleh pemerintah pusat berdasarkan pemantauan kondisi stok beras secara nasional. Wilayah yang surplus akan menjadi salah satu sumber pasokan bagi daerah yang defisit,” jelas Langgeng.
Skema tersebut membuat posisi Jawa Timur semakin strategis dalam menjaga ketersediaan beras secara nasional. Ketika pasokan di suatu daerah mengalami tekanan, stok dari wilayah surplus dapat dialihkan untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Harga Beras Jatim Tetap Stabil
Di tengah penyaluran bantuan pangan pemerintah, Bulog Jatim juga terus menjaga ketersediaan beras sekaligus stabilitas harga pangan di pasar.
Langgeng mengatakan harga sejumlah komoditas pangan di Jawa Timur masih relatif stabil. Bahkan, beras dan minyak goreng menjadi komoditas yang turut memberikan kontribusi terhadap deflasi.
“Menurut pantauan kami, Jawa Timur masih hijau terus dan harga stabil. Beras dan minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang ikut menyumbang deflasi,” katanya.
Untuk memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau, Bulog tetap memprioritaskan penyaluran melalui pasar tradisional dan berbagai saluran distribusi publik.
Penyaluran melalui Rumah Pangan Kita (RPK) juga tetap diperbolehkan dengan porsi tertentu. Skema tersebut diharapkan dapat memperlancar distribusi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Jatim Jadi Penyangga Beras Nasional
Dengan stok mencapai 1,38 juta ton dan realisasi pengadaan sekitar 920.000 ton atau 106 persen dari target, Jawa Timur memiliki posisi penting dalam sistem ketahanan pangan nasional.
Surplus pasokan memungkinkan Bulog Jatim tidak hanya fokus memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayahnya sendiri, tetapi juga membantu daerah lain yang mengalami kekurangan beras.
Distribusi ke sekitar 17 provinsi menunjukkan bahwa peran Jawa Timur semakin penting sebagai salah satu daerah penyangga pasokan beras nasional.
Bulog Jatim optimistis ketersediaan beras bagi masyarakat Jawa Timur tetap terjaga. Kombinasi stok yang kuat, pengadaan yang melampaui target, serta distribusi yang terus berjalan menjadi modal penting untuk menjaga ketahanan pangan.
Dengan kondisi tersebut, Jawa Timur kini tidak sekadar berada dalam posisi aman dari sisi stok beras, tetapi juga memiliki kapasitas untuk ikut menopang kebutuhan pangan di berbagai wilayah Indonesia.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya