Harga Telur Cuma Rp15.000, Pakan Naik 25 Persen, Mentan Ancam Cabut Izin

Mus Purmadani • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 19:59 WIB
Peternak mengeluhkan harga pakan yang melonjak hingga 25 persen, sementara harga telur di tingkat kandang justru anjlok sekitar Rp15.000 per kilogram.
Peternak mengeluhkan harga pakan yang melonjak hingga 25 persen, sementara harga telur di tingkat kandang justru anjlok sekitar Rp15.000 per kilogram.

radarsurabayabisnis.id - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengancam mencabut izin usaha perusahaan pakan dan telur yang terbukti memainkan harga. Ancaman tersebut disampaikan setelah peternak mengeluhkan harga pakan yang melonjak hingga 25 persen, sementara harga telur di tingkat kandang justru anjlok sekitar Rp15.000 per kilogram.

“Bagi siapa pun yang kedapatan bermain-main atau mengambil kesempatan dalam kesempitan, kami tidak akan segan-segan untuk langsung mencabut izin usahanya,” kata Amran seusai Rapat Pengunggasan Nasional di Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) Surabaya, Rabu (12/8).

Mentan Siap Cabut Izin Perusahaan yang Terbukti Main Harga

Amran menegaskan pemerintah akan memperketat pengawasan terhadap perusahaan yang dinilai memainkan harga pakan maupun telur. Pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran juga terancam tidak mendapatkan kembali izin impor.

Baca Juga: Harga Telur Jatuh, Biaya Pakan Malah Naik, Peternak Jombang Terancam Rugi Besar

Pemerintah bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Perum Bulog akan memperkuat pengawasan harga hingga akhir 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara biaya produksi peternak dan harga jual telur di tingkat konsumen.

Kebijakan ini muncul setelah ribuan peternak yang tergabung dalam Koperasi Peternak Unggas Sejahtera (KPUS) menggelar aksi damai di delapan kabupaten di Jawa Tengah pada Senin (10/8).

Harga Pakan Melonjak, Harga Telur Justru Anjlok

Peternak mengeluhkan kenaikan harga pakan yang terjadi sejak April 2026. Di sisi lain, harga telur di tingkat kandang terus mengalami tekanan hingga berada di kisaran Rp15.000 per kilogram.

Ketua KPUS Jawa Tengah Suwardi mengatakan kondisi tersebut membuat biaya produksi tidak lagi sebanding dengan pendapatan peternak. Banyak peternak akhirnya mengalami kerugian dan terpaksa mengurangi populasi ayam untuk menekan biaya operasional.

Baca Juga: Harga Telur Terus Anjlok, Emil Dardak Sebut Biang Keroknya Bukan Pedagang

Persoalan lain yang disoroti peternak adalah penyerapan telur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Harga pembelian oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut masih berada di kisaran Rp21.000-Rp22.000 per kilogram.

Angka tersebut masih di bawah harga yang diharapkan peternak, yakni sekitar Rp25.000 per kilogram.

SPHP Jagung Diperpanjang untuk Tekan Biaya Pakan

Untuk membantu menekan biaya produksi, Amran memastikan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jagung diperpanjang.

Sejak Mei 2026, alokasi SPHP jagung mencapai 242.000 ton. Harga ditetapkan Rp5.000 per kilogram di gudang Bulog dan maksimal Rp5.500 per kilogram di tingkat peternak.

Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga jagung di pasar yang mencapai Rp6.800-Rp7.000 per kilogram.

Namun, realisasi penyaluran baru mencapai 118.000 ton atau sekitar 46,55 persen. Jagung tersebut telah disalurkan kepada lebih dari 5.000 peternak di 26 provinsi.

Amran meminta Bulog mempercepat penyaluran jagung SPHP sekaligus memastikan harga pakan tidak kembali melonjak. Di sisi lain, KPUS Jawa Tengah mengancam menggelar aksi lanjutan ke Istana Negara apabila tuntutan peternak tidak segera mendapat respons pemerintah.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
peternak ayam Mentan Amran Sulaiman harga pakan ayam SPHP jagung harga telur