radarsurabayabisnis.id - Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Kalimantan Barat yang dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencatat transaksi fantastis mencapai Rp2,529 triliun. Kegiatan tersebut berlangsung di Novotel Convention Center Pontianak, Selasa (11/8), sekaligus memperkuat konektivitas perdagangan dan investasi antardaerah.
Total transaksi tersebut terdiri atas penjualan produk Jawa Timur ke Kalimantan Barat sebesar Rp1,480 triliun, pembelian komoditas dari Kalimantan Barat Rp163,829 miliar, serta komitmen investasi Jawa Timur di Kalimantan Barat sebesar Rp885 miliar.
Produk Jatim Banjiri Pasar Kalimantan Barat
Beragam produk unggulan Jawa Timur ditawarkan dalam misi dagang tersebut. Komoditas yang diperdagangkan antara lain garam, olahan daging, kopi, telur, susu, rokok, benih hortikultura, pakan ikan dan udang, beras, gula, ikan, ternak, produk fesyen, pupuk, bawang merah hingga cabai kering.
Baca Juga: Promo HUT RI ke-81! Naik Trans Jatim dan Suroboyo Bus Cuma Rp 81 Pakai QRIS
Sementara itu, pelaku usaha Jawa Timur juga membeli berbagai komoditas asal Kalimantan Barat, seperti kayu bulat, arang batok kelapa, gula merah, briket sisha, madu hutan, madu trigona, ikan gabus dan ikan toman.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan misi dagang menjadi salah satu instrumen penting untuk memperluas pasar produk unggulan sekaligus memperkuat konektivitas ekonomi antarprovinsi.
“Perdagangan antarwilayah menjadi sangat penting sebagai salah satu fondasi integrasi ekonomi nasional,” ujar Khofifah.
Jatim Catat Surplus Perdagangan Rp3,19 Triliun
Kerja sama perdagangan antara Jawa Timur dan Kalimantan Barat sebenarnya telah menunjukkan tren positif. Berdasarkan data 2024, nilai perdagangan kedua provinsi mencapai Rp4,31 triliun.
Jawa Timur mencatat penjualan ke Kalimantan Barat sebesar Rp3,75 triliun, sedangkan pembelian dari Kalimantan Barat mencapai Rp562,27 miliar. Dengan demikian, Jatim membukukan surplus perdagangan sebesar Rp3,19 triliun.
Misi dagang kali ini melibatkan 162 pelaku usaha, terdiri atas 62 pelaku usaha Jawa Timur dan 100 pelaku usaha Kalimantan Barat.
Selain perdagangan, Khofifah juga mendorong penguatan kerja sama sektor peternakan. Salah satunya melalui tawaran pelatihan inseminasi buatan bagi tim Kalimantan Barat di Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari, Jawa Timur.
Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan mengapresiasi pelaksanaan misi dagang tersebut. Ia menyebut nilai transaksi kali ini menjadi yang terbesar dibandingkan kegiatan sebelumnya.
“Banyak yang harus kita pelajari dari Jawa Timur,” kata Ria Norsan.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya