Ketegangan Timur Tengah Mereda, Harga Minyak Mentah ICP Juli 2026 Kompak Turun

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:04 WIB
ILUSTRASI: Kementerian ESDM melaporkan bahwa lifting minyak di tahun 2025 berhasil melampuai target. Dari target 605.000 bph, realisasinya mencapai 605.300 bph.
ENERGI: Harga Minyak Mentah Indonesia (ICP) dan lifting migas mengalami penurunan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada bulan Juli 2026 mengalami penurunan. 

Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan ICP Juli 2026 sebesar US$ 81,68 per barel. Angka ini turun US$ 1,77 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level US$ 83,45 per barel.

Penetapan tersebut tertuang secara resmi dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 319.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juli 2026.

Baca Juga: Penjualan Eceran Juli 2026 Diprakirakan Naik, Sektor Makanan dan Suku Cadang Jadi Penopang

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menjelaskan bahwa penurunan harga ini sangat dipengaruhi oleh dinamika pasar internasional. 

Salah satu faktor utamanya adalah meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berimbas positif pada rantai pasok.

"Penetapan ICP bulan Juli 2026 sebesar US$81,68 per barel mencerminkan dinamika pasar minyak mentah global yang mengalami penyesuaian menyusul meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah serta pulihnya kembali arus pasokan minyak dunia," ungkap Laode dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Baca Juga: Paskibraka Mulai Gladi Bersama di Istana Merdeka Jelang HUT Ke-81 RI

Tren Penurunan Harga Minyak Dunia

Tidak hanya ICP, tren penurunan harga juga terjadi pada sejumlah indikator minyak mentah utama dunia lainnya pada periode Juli 2026:

Lebih lanjut, Laode memaparkan bahwa de-eskalasi konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang diikuti dengan gencatan senjata membuka ruang diplomasi yang lebih luas. Selain itu, membaiknya lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz turut mengembalikan kepercayaan pasar global.

Baca Juga: TNI AU Kaji Tol Probolinggo-Banyuwangi Jadi Landasan Pesawat Darurat

Berdasarkan data dari Badan Energi Internasional (IEA), pemulihan sementara lalu lintas di Selat Hormuz berhasil mendorong kenaikan pasokan minyak dunia hingga 4,1 juta barel per hari pada Juni 2026. Hal ini membuat total pasokan minyak global mencapai 98,8 juta barel per hari.

Meski pasokan mulai pulih, pemerintah menegaskan akan terus memantau pergerakan pasar. Beberapa ancaman seperti potensi eskalasi militer dalam skala terbatas dan fluktuasi persediaan minyak Amerika Serikat masih menjadi faktor yang diwaspadai karena dapat mempengaruhi arah harga ke depan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga stabilitas harga dan ketahanan energi nasional dalam menghadapi dinamika pasar minyak internasional ini.

Baca Juga: Marak Pencurian Fasum Taman Surabaya, Warga yang Berani Lapor Dapat Hadiah Uang Tunai!

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
konflik global minyak mentah harga icp kementerian esdm