RADAR SURABAYA BISNIS – Karya seni mainan (art toys) buatan kreator Indonesia sukses mencuri perhatian di pusat pasar budaya pop Korea Selatan.
Melalui partisipasi dalam pameran bergengsi URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026, delegasi Indonesia berhasil mencatatkan potensi transaksi mencapai USD 1 juta atau sekitar Rp17 miliar.
Angka tersebut melonjak tajam hingga dua kali lipat dibandingkan pencapaian keikutsertaan pada tahun 2025 yang berada di angka USD 500 ribu.
Baca Juga: Tembus Rp2.254 Triliun, Uang Primer Adjusted Juli 2026 Tumbuh 17,1 Persen
Pameran yang berlangsung di Coex, Seoul, pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini, menjadi bukti tingginya minat buyer dan mitra bisnis internasional terhadap kekayaan intelektual (IP) serta jasa kreatif dari Indonesia.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional (PEN) Kementerian Perdagangan, Fajarini Puntodewi, menyatakan bahwa keikutsertaan Indonesia di ajang ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pasar ekspor di sektor jasa.
"Lonjakan potensi transaksi ini menunjukkan produk dan jasa kreatif karya anak bangsa semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar global," ujar Fajarini.
Baca Juga: Dukung Arus Logistik Nasional, Pelindo Multi Terminal Catat Kinerja Positif pada Semester I 2026
Keberhasilan Paviliun Indonesia seluas 60 meter persegi ini tidak lepas dari sinergi erat antara Kemendag, Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) Busan, serta kelompok seni Artistry Rights Kollektive.
Sebanyak 21 kreator Indonesia yang lolos kurasi diberangkatkan untuk memamerkan designer toys dan mainan koleksi bernilai estetika tinggi.
Beberapa kreator dan studio yang memamerkan karyanya di antaranya adalah IKY, Skudeye, TOYKKYO, Arya Mularama, hingga Ghawean Dhewe. Selama pameran, para kreator ini berkesempatan bertemu langsung dengan sedikitnya 400 buyer potensial.
Baca Juga: Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan BMKG
Pendiri Artistry Rights Kollektive, Stevanus Lianto, menyampaikan apresiasinya terhadap dukungan pemerintah.
"Sangat menantang saat bertemu calon mitra, karena mereka memiliki ekspektasi tinggi dan kami harus mengelola ekspektasi tersebut. Ini akan menjadi permulaan yang baik," ungkapnya.
Dukungan penuh juga disuarakan oleh Duta Besar RI untuk Republik Korea, Cecep Herawan. Menurutnya, industri kreatif memiliki peran penting dalam mempererat kemitraan strategis antarnegara sekaligus memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca Juga: Dukung Target Iklim, Kemenhut Resmi Rilis Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan
Sebagai informasi, URBAN BREAK & TOY CON SEOUL 2026 merupakan pameran art toys terbesar di Korea Selatan yang memadukan budaya pop, grafiti, dan mainan.
Kepala ITPC Busan, Husodo Kuncoro Yakti, berharap ajang yang mempertemukan lebih dari 100 seniman dari 15 negara ini dapat menjadi jembatan jangka panjang bagi seniman Indonesia untuk terus mendorong komersialisasi kekayaan intelektual lokal di kancah global.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis