Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 Tak Terlihat di Indonesia, Ini Penjelasan BMKG

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:53 WIB
ILUSTRASI: Fenomena Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 ini tidak melintasi langit Indonesia.
ILUSTRASI: Fenomena Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 ini tidak melintasi langit Indonesia.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa fenomena alam Gerhana Matahari Total yang diprediksi jatuh pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak akan melintasi wilayah Indonesia. 

Hal ini disebabkan posisi wilayah Indonesia yang sedang berada pada waktu malam hari saat fenomena tersebut berlangsung.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, Teguh Rahayu, menjelaskan bahwa jalur lintasan gerhana matahari kali ini akan terfokus di belahan bumi lain.

Baca Juga: Dukung Target Iklim, Kemenhut Resmi Rilis Aturan Perdagangan Karbon Sektor Kehutanan

"Untuk masyarakat Indonesia yang ingin menyaksikan peristiwa Gerhana Matahari Total dapat mengikutinya melalui kanal resmi NASA," ujar Teguh, dikutip dari keterangan resmi di laman BMKG, Minggu (9/8/2026).

Wilayah yang Dilewati Gerhana Matahari Total 2026

Meski tidak bisa disaksikan langsung dari Tanah Air, fenomena langka ini akan menyapa sejumlah kawasan di dunia. Wilayah yang masuk dalam jalur umbra (bayangan inti) meliputi Benua Eropa, Rusia bagian utara, Afrika bagian barat laut dan Amerika Utara

Di wilayah-wilayah tersebut, siang hari akan berubah menjadi gelap gulita selama beberapa menit ketika piringan Bulan memblokir cahaya Matahari secara penuh. Sementara daerah di zona penumbra (bayangan samar) hanya akan mengalami gerhana matahari sebagian.

Baca Juga: Harga Properti Kuartal II 2026 Naik Tipis, KPR Tetap Jadi Andalan

Jadwal Fase Gerhana Matahari 12 Agustus 2026

Berdasarkan data BMKG, secara global rangkaian fenomena gerhana matahari ini akan berlangsung dengan rincian waktu (dalam Waktu Indonesia Barat/WIB) sebagai berikut:

Baca Juga: Viral Saya Ganti Kimpul, Intip Nutrisi Umbi Lokal Kimpul yang Bisa Jadi Alternatif Pangan Sehat

Sebagai langkah edukasi mitigasi, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada langsung di wilayah lintasan gerhana untuk tidak menatap Matahari dengan mata telanjang. 

Masyarakat diwajibkan menggunakan kacamata khusus berfilter matahari guna mencegah risiko kerusakan permanen pada kornea mata akibat radiasi.

Baca Juga: Pariwisata RI Semester I 2026 Melesat, Kunjungan Wisman Tembus 7,45 Juta

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
live streaming gerhana nasa matahari bmkg