radarsurabayabisnis.id - Pemerintah Indonesia resmi memperkuat kemitraan strategis dengan Tiongkok melalui pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Langkah ini diharapkan menjadi pintu masuk baru bagi investasi manufaktur dari Negeri Tirai Bambu sekaligus mempercepat transformasi Madura menjadi pusat industri berat dan hilirisasi nasional.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT Wiraraja Madura International dengan mitra dari Provinsi Guangdong, Tiongkok. Bersamaan dengan itu, Kawasan Industri Wiraraja Madura juga resmi bergabung dalam aliansi kawasan industri ASEAN–Guangdong yang diharapkan memperkuat arus investasi dan kerja sama industri di kawasan Asia.
Baca Juga: Gandeng Tiongkok, Pemerintah Siap Sulap Madura Jadi Pusat Industri Modern
Airlangga: Madura Lengkapi Ekosistem Industri Berat Nasional
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura merupakan bagian dari strategi pemerintah memperkuat pemerataan industri nasional. Selama ini, industri berat di Jawa Timur banyak terpusat di Gresik.
"Indonesia punya program Two Countries Twin Parks yang terus kami dorong. Kehadiran Kawasan Bangkalan ini akan menciptakan keseimbangan industri berat di Jawa Timur," ujar Airlangga dalam keterangan tertulis, Jumat (7/8).
Menurutnya, proyek tersebut juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan ekonomi Indonesia dan Tiongkok yang selama ini ditopang oleh investasi dan perdagangan. Kedua negara juga telah memiliki skema Bilateral Currency Swap Arrangement senilai 50 miliar dolar AS yang memungkinkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan.
Baca Juga: Petani Garam Madura Minta Sistem Satu Pintu untuk Garam Nasional, DPR RI Ikut Bersuara
Industri Manufaktur Tiongkok Siap Masuk ke Madura
Sejumlah sektor manufaktur asal Tiongkok diproyeksikan masuk ke Kawasan Industri Wiraraja Madura. Di antaranya industri cokelat, tekstil, benang, matras, hingga berbagai industri padat karya lainnya.
Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri Indonesia, Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan kawasan tersebut dirancang sebagai pusat manufaktur terpadu yang mendukung sektor industri, logistik, serta energi ramah lingkungan.
Menurutnya, bergabungnya mitra strategis dari Guangdong akan mempercepat masuknya investasi sekaligus membuka peluang transfer teknologi bagi industri nasional.
Wali Kota Zhanjiang, Li Yongyi, menyebut Indonesia merupakan salah satu mitra dagang utama. Ia berharap kolaborasi tersebut menjadi model implementasi program Two Countries Twin Parks melalui peningkatan investasi dan pertukaran informasi industri.
Target Ciptakan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi Baru
Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura merupakan bagian dari strategi pemerintah menarik investasi berkualitas yang mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi baru.
Berdasarkan data pemerintah, hubungan ekonomi Indonesia dengan Zhanjiang terus menunjukkan peningkatan. Sepanjang 2025, nilai perdagangan kedua wilayah mencapai 2,461 miliar yuan atau tumbuh 6,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Selain itu, delapan perusahaan asal Zhanjiang telah merealisasikan investasi di Indonesia melalui 12 proyek dengan nilai mencapai 370 juta dolar AS.
Pemerintah optimistis pengembangan Kawasan Industri Wiraraja Madura akan menjadi katalis masuknya investasi manufaktur Tiongkok, memperkuat rantai pasok industri nasional, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya