Lia Istifhama Dorong UMKM Surabaya Melek Digital dan AI

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 14:03 WIB
UMKM BERDAYA: Anggota DPD RI Jatim Dr. Lia Istifhama dorong pelaku UMKM Surabaya melek pemasaran digital dan AI, sekaligus memberikan dukungan penuh bagi kemandirian pengusaha disabilitas lokal.
UMKM BERDAYA: Anggota DPD RI Jatim Dr. Lia Istifhama dorong pelaku UMKM Surabaya melek pemasaran digital dan AI, sekaligus memberikan dukungan penuh bagi kemandirian pengusaha disabilitas lokal.
RADAR SURABAYA BISNIS – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Dr. Lia Istifhama, mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Surabaya memperkuat kemampuan pemasaran digital dan memanfaatkan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Dorongan tersebut disampaikan Lia saat menggelar Kunjungan Daerah Pemilihan (Kundapil) sekaligus pelatihan UMKM di Aula Kantor Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya, Rabu (5/8). Kegiatan mengusung tema Meningkatkan Daya Saing UMKM dengan Digital Marketing & AI. 

Dalam kegiatan tersebut, Lia yang akrab disapa Ning Lia tidak hanya memberikan motivasi kepada pelaku UMKM. Dia juga menyerap berbagai aspirasi terkait pemasaran digital, akses permodalan, pengembangan produk, hingga pemberdayaan UMKM penyandang disabilitas.

Baca Juga: Pasar EV Melesat 15 Kali Lipat, Pemerintah Siapkan Insentif PPnBM untuk 500 Ribu Kendaraan Listrik Baru

Menurut Lia, transformasi digital tidak lagi sekadar pilihan bagi pelaku UMKM. Kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu modal penting agar produk lokal mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

"Produk UMKM Indonesia sejatinya sudah mampu bersaing di pasar global. Namun, tanpa keberanian memanfaatkan teknologi digital, produk-produk tersebut akan sulit dikenal masyarakat luas," kata Lia dalam kegiatan tersebut.

Pemanfaatan digital marketing dan AI, lanjut dia, dapat membantu pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran, mengenali kebutuhan konsumen, sekaligus meningkatkan nilai tambah produk. 

Baca Juga: Meta Akui Salah Sistem, Bikin Akun WhatsApp Pengguna Mendadak Diblokir

UMKM Masih Terkendala Literasi Digital

Dalam forum tersebut, pelaku UMKM menyampaikan masih menghadapi sejumlah kendala untuk masuk lebih jauh ke ekosistem digital. Salah satunya keterbatasan literasi dalam menggunakan platform digital, marketplace, dan teknologi AI.

Karena itu, peserta mengusulkan agar pelatihan digital marketing dan AI dilakukan secara berkelanjutan. Mereka juga membutuhkan pendampingan praktis dalam penggunaan marketplace serta dukungan akses internet yang memadai. 

Praktisi digital marketing Eka Zendy turut memberikan materi mengenai pemanfaatan berbagai platform digital. Mulai media sosial, marketplace, hingga penggunaan AI untuk analisis pasar dan personalisasi produk. 

Baca Juga: Stok Beras Capai 5,4 Juta Ton, Bulog Gandeng Pengusaha Penggilingan Jaga Kualitas

Selain persoalan digitalisasi, permodalan masih menjadi salah satu kendala utama. Sejumlah pelaku UMKM mengaku kesulitan mengakses pembiayaan karena persyaratan administratif dan keterbatasan informasi.

Perwakilan Bank Mandiri yang hadir dalam kegiatan tersebut kemudian memberikan penjelasan mengenai berbagai produk pembiayaan UMKM, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR). Peserta berharap proses pengajuan pembiayaan dapat semakin mudah dan disertai pendampingan. 

UMKM Penyandang Disabilitas

Salah satu perhatian utama Lia dalam Kundapil tersebut adalah UMKM penyandang disabilitas.

Baca Juga: Warga Lumajang Beralih ke Jargas PGN, Tagihan Jauh Lebih Murah Dibanding LPG 3 Kg

Sejumlah produk karya penyandang disabilitas diperkenalkan dalam kegiatan tersebut, mulai batik, lukisan, hingga kerajinan tangan. Salah satunya karya Rizky Gusti Preyambodo, pemuda penyandang disabilitas asal Semolowaru, Surabaya.

Rizky tetap produktif berkarya meski memiliki keterbatasan fisik. Dia aktif mengikuti berbagai pelatihan dan pameran UMKM. Lebih dari 100 karya batik dan puluhan lukisannya telah terjual melalui sejumlah pameran, termasuk Jatim Expo dan Mall Atom. 

Namun, keberhasilan tersebut belum sepenuhnya mengatasi persoalan permodalan. Keterbatasan modal masih menjadi tantangan bagi Rizky untuk meningkatkan kapasitas produksinya. 

Baca Juga: Resmi! Kemendikdasmen Gandeng Inggris Sediakan Beasiswa S2 untuk Guru

Lia menegaskan, produk karya penyandang disabilitas tidak cukup hanya diapresiasi. Produk tersebut harus memiliki akses pasar sehingga mampu menjadi sumber penghasilan dan mendorong kemandirian ekonomi.

"Jangan sampai mereka sudah semangat berkarya, tetapi tidak ada yang membeli hasil karyanya," tegasnya. 

Ketua Markas UMKM Koko Mahargyo mengatakan, kehadiran pelaku UMKM difabel dalam kegiatan tersebut untuk menunjukkan bahwa mereka mampu menghasilkan produk berkualitas.

Baca Juga: Seleksi Ketat 24 Calon Direksi KBS, Pemkot Surabaya Cari Pemimpin yang Paham Konservasi dan Akuntabel

Menurut dia, pelaku UMKM penyandang disabilitas tidak membutuhkan belas kasihan. Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pembinaan, dan akses untuk mengembangkan usaha. 

Lia Siapkan Aspirasi UMKM untuk Kebijakan

Lia menyatakan berbagai aspirasi yang dihimpun dalam Kundapil akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi representasi dan pengawasan DPD RI.

Beberapa poin yang mengemuka antara lain penguatan literasi digital dan AI, penyederhanaan akses KUR, fasilitasi pasar bagi produk UMKM, penguatan branding dan kemasan, hingga program afirmatif bagi UMKM penyandang disabilitas. 

Baca Juga: Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim-Maroko, Buka Peluang Investasi Hingga Beasiswa

DPD RI juga akan mendorong pelatihan digital marketing dan AI secara berkelanjutan, kemudahan akses permodalan, fasilitasi pemasaran melalui pameran dan platform digital, serta penguatan pemberdayaan ekonomi penyandang disabilitas. 

Bagi Lia, penguatan UMKM tidak bisa dilakukan oleh satu pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, perbankan, komunitas usaha, praktisi digital marketing, dan pelaku UMKM diperlukan untuk membangun ekosistem usaha yang lebih kuat.

Kundapil di Gunung Anyar tersebut pun tidak berhenti pada forum pelatihan. Aspirasi yang terkumpul akan menjadi bahan bagi DPD RI dalam mengawal kebijakan pemberdayaan UMKM, pemanfaatan teknologi digital, serta perlindungan dan pemberdayaan kelompok penyandang disabilitas.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
lia istfihama umkm anggota dpd ri surabaya digital marketing