Khofifah Perkuat Kerja Sama Jatim-Maroko, Buka Peluang Investasi Hingga Beasiswa

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 14:40 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8)

radarsurabayabisnis.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan kerja sama strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kerajaan Maroko. Kolaborasi tersebut mencakup perdagangan, investasi, industri manufaktur, pertanian, perikanan, pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, pertukaran budaya, hingga peluang pembentukan sister province.

Komitmen itu disampaikan Khofifah saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (3/8).

"Kami menerima kunjungan kehormatan Yang Mulia Duta Besar Kerajaan Maroko. Banyak hal produktif yang kami bahas, mulai dari perdagangan, industri manufaktur, agro, perikanan, pendidikan, termasuk peluang beasiswa ke Maroko, hingga berbagai kerja sama strategis lainnya," ujar Khofifah, Selasa (4/8).

Jatim Siap Jadi Mitra Strategis Maroko

Khofifah menjelaskan Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus pintu gerbang kawasan timur Indonesia. Keunggulan tersebut didukung sektor industri manufaktur, pertanian modern, perikanan, perdagangan, logistik, serta sumber daya manusia yang kompetitif.

Baca Juga: Khofifah Sebut Pasar Induk Banyuwangi Layak Jadi Rujukan Nasional, Ini Keunggulannya

Menurutnya, berbagai potensi tersebut dapat dipadukan dengan kekuatan ekonomi Maroko sehingga mampu menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan.

"Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyambut baik peluang kerja sama ini. Ke depan, akan kami tindak lanjuti melalui komunikasi yang lebih intensif sehingga kolaborasi yang dibangun benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa Timur maupun Kerajaan Maroko," katanya.

Khofifah juga menegaskan hubungan Indonesia dan Maroko telah terjalin sejak lama. Kedua negara memiliki sejarah persahabatan sejak perjuangan bangsa-bangsa Asia-Afrika yang kemudian semakin erat setelah kunjungan Presiden Soekarno ke Maroko pada 1960.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Dorong Wajah Baru Pelabuhan Ketapang Masuk Proyek Strategis Nasional

"Hubungan Indonesia dan Maroko bukan hubungan yang baru. Kedua negara memiliki sejarah panjang yang dibangun atas semangat persahabatan dan perjuangan bersama. Fondasi sejarah tersebut menjadi modal kuat untuk memperluas kerja sama di berbagai bidang pada masa kini," ujarnya.

Peluang Beasiswa hingga Inspirasi Universitas Tertua Dunia

Dalam sektor pendidikan, Khofifah menyoroti keberadaan Universitas Al-Qarawiyyin di Kota Fez, Maroko, yang didirikan oleh Fatimah Al-Fihri bersama Maryam Al-Fihri pada tahun 859 Masehi.

Menurutnya, kedua tokoh perempuan tersebut menjadi inspirasi dalam membangun tradisi keilmuan sekaligus memperkuat peran perempuan dalam dunia pendidikan.

Khofifah berharap kerja sama pendidikan antara Jawa Timur dan Maroko dapat semakin berkembang, termasuk melalui program pertukaran pelajar dan beasiswa bagi generasi muda Jawa Timur.

Maroko Siapkan Beasiswa dan Kerja Sama Smart City

Sementara itu, Duta Besar Kerajaan Maroko untuk Indonesia, Redouane Houssaini, menilai Jawa Timur memiliki potensi ekonomi yang besar untuk membangun kemitraan jangka panjang dengan negaranya.

"Kami mendiskusikan banyak peluang kerja sama antara Maroko dan Jawa Timur dalam bidang ekonomi, perdagangan, pertukaran budaya, pendidikan, hingga pengembangan smart city. Saat ini kami juga mulai membahas kerangka kerja sama yang akan menjadi dasar kemitraan yang saling menguntungkan atau win-win cooperation," ujar Redouane.

Ia mengungkapkan Pemerintah Kerajaan Maroko membuka peluang pemberian beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa asal Jawa Timur. Selain itu, kedua pihak juga mulai menjajaki penyusunan nota kesepahaman (MoU) sebagai landasan pelaksanaan berbagai kerja sama yang telah dibahas.

Redouane optimistis kedekatan sejarah, budaya, serta hubungan persahabatan antara Indonesia dan Maroko akan menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret di masa mendatang.

"Kami optimistis hubungan yang mulai dibangun bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan berkembang menjadi kerja sama konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Maroko maupun Jawa Timur," katanya.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
Khofifah Maroko kerja sama Jatim Maroko beasiswa Maroko investasi Jawa Timur