RADAR SURABAYA BISNIS – Kabupaten Pasuruan kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu lumbung susu terbesar di Indonesia.
Koperasi-koperasi susu di wilayah ini menyatakan kesiapannya untuk menjadi pemasok utama susu pasteurisasi dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala nasional.
Komitmen tersebut mengemuka dalam acara Launching Penguatan Koperasi Susu Bagi Kedaulatan Gizi Nasional yang digelar di KUTT Suka Makmur, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.
Baca Juga: Resmi! BPOM Terapkan Aturan Nutri-Level pada Kemasan Makanan, Pahami 4 Kode Warnanya
Wakil Bupati Pasuruan, M. Shobih Asrori, mengungkapkan bahwa potensi sektor sapi perah di daerahnya sangat besar dan vital bagi ketahanan gizi negara. Ia mencatat bahwa produksi susu dari Pasuruan berkontribusi hingga 60 persen terhadap total produksi nasional.
"Kami berharap Koperasi bisa mendukung untuk keberlangsungan MBG di Indonesia, terutama menjadikan anak kuat, cerdas demi menyongsong Indonesia Emas 2045," ujar Wabup Shobih Asrori.
Guna memastikan kualitas pasokan yang berkelanjutan, pemerintah pusat turut ambil bagian. Staf Ahli Menteri Koperasi Bidang Kebijakan Publik, Koko Haryono, menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong modernisasi koperasi susu.
Baca Juga: Inovasi EAZI Pangkas Waktu Layanan Kapal, PT Terminal Teluk Lamong Sabet Radar Surabaya Awards 2026
Pembaruan ini mencakup pengadaan mesin pasteurisasi, penguatan sistem rantai dingin (cold chain), hingga optimalisasi jalur distribusi.
Langkah modernisasi ini diharapkan tidak hanya memastikan anak-anak Indonesia mendapatkan asupan gizi yang aman dan berkualitas, tetapi juga secara langsung meningkatkan taraf kesejahteraan para peternak.
Kesiapan dari hulu ke hilir juga ditegaskan oleh Ketua KUTT Suka Makmur Grati, Evi Zainal Abidin. Ia menjamin bahwa produk susu pasteurisasi yang dihasilkan oleh koperasi susu di wilayahnya memenuhi standar keamanan pangan yang ketat.
"Semua produk susu pasteurisasi yang diproduksi koperasi susu tidak hanya bergizi, tetapi juga aman karena telah mendapat pendampingan BPOM dan diaudit. Karena kami jual susu, bukan jual minuman," tegas Evi.
Ke depan, dengan adanya kepastian pasar melalui program gizi nasional dan harga susu yang menguntungkan, para peternak diharapkan semakin terdorong untuk menambah populasi sapi perah, yang pada akhirnya akan mendongkrak kapasitas produksi susu nasional secara keseluruhan.
Baca Juga: SIM Keliling Sidoarjo Buka 24 Jam Selama 17 Hari, Perpanjang SIM Bisa Bawa Pulang Motor
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis