Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kadin Dukung Penuh Langkah Visioner Prabowo

Hany Akasah • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 06:44 WIB
PESAN KUAT: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan strategis kepada pengusaha Kadin di Istana Negara.
PESAN KUAT: Presiden Prabowo Subianto saat memberikan arahan strategis kepada pengusaha Kadin di Istana Negara.

RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kolaborasi dan sinergi antar-elemen elite nasional merupakan kunci utama keberhasilan pembangunan bangsa. 

Hal tersebut disampaikannya dalam pertemuan bersama para pengusaha Kamar Dagang dan Industri (Kadin) pusat dan daerah di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (31/7/2026).

Di hadapan para pelaku usaha, Presiden memaparkan bahwa pembangunan bangsa adalah proses panjang yang membutuhkan pengerahan seluruh sumber daya. 

Baca Juga: Perpres Kewirausahaan Terbit, Ekosistem UMKM Bakal Makin Kuat

Ia mengajak seluruh elemen pimpinan—mulai dari politik, ekonomi, intelektual, hingga agama dan seni—untuk mengedepankan kepentingan bersama demi kemajuan Indonesia.

"Semua bangsa yang berhasil elitenya bisa kerja sama. Semua negara yang gagal elitenya ribut," tegas Prabowo.

Dalam arahannya, Presiden juga menyoroti situasi geopolitik global yang saat ini dinilai rawan. Meski demikian, ia meminta masyarakat dan dunia usaha tidak menyikapinya dengan kepanikan. 

Baca Juga: Dorong Minat Baca Anak Bangsa, Kemendikdasmen Salurkan Jutaan Buku ke 24 Ribu SD dan SMP

Menurut Presiden, kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia merupakan sebuah anugerah sekaligus tantangan yang kerap mengundang tekanan dari berbagai kekuatan dunia.

Untuk menjaga stabilitas dan kedaulatan, pemerintah terus memperkuat kebijakan luar negeri nonblok. 

"Saya ke mana-mana saya tegaskan Indonesia, we are neutral. Kita hormati semua kekuatan," ujar Presiden, menambahkan bahwa prinsip good neighbor policy (tetangga yang baik) menjadi landasan diplomasi Indonesia saat ini.

Baca Juga: Sinergi KUB Dongkrak Kinerja Bank Jatim, Laba Semester I 2026 Tumbuh 53,49 Persen

Fondasi penting lainnya dalam menghadapi ketidakpastian global adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada pangan. Capaian ini dinilai menjadi modal utama yang membuat bangsa lebih mandiri dan percaya diri dalam mengamankan kebutuhan rakyatnya, terlepas dari eskalasi konflik di berbagai belahan dunia yang memengaruhi harga pangan dan energi.

Langkah tegas dan strategis pemerintah mendapat sambutan positif dari Kadin Indonesia. Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menegaskan komitmen dunia usaha untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi menuju target 8 persen.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui partisipasi Kadin dalam berbagai program prioritas, termasuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah menjangkau ratusan titik dapur di wilayah tertinggal, hingga peningkatan kompetensi pekerja migran.

Baca Juga: Daftar Syarat yang Wajib Dipenuhi Pengusaha Depot Air Minum Menurut Kemendag

Koordinator Bidang Pangan Kadin, Mulyadi Jayabaya, turut mengapresiasi perbaikan tata kelola pupuk yang dinilai langsung menyentuh kebutuhan petani di akar rumput.

Selain itu, kepemimpinan Presiden Prabowo juga dinilai sangat visioner oleh kalangan pengusaha. Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri Kadin, James Riady, memuji keberanian pemerintah dalam mengambil terobosan secara bersamaan dengan kecepatan eksekusi yang tinggi, termasuk pembentukan badan investasi Danantara yang diproyeksikan memperkuat sinergi BUMN dan swasta layaknya Indonesia Incorporated.

Pertemuan ini menjadi sinyal kuat semakin kokohnya kemitraan antara pemerintah dan sektor swasta guna mengamankan daya saing bangsa, memperluas lapangan kerja, dan mendorong lompatan transformasi ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Baca Juga: Percepat Pemenuhan Rumah Rakyat, Presiden Prabowo Luncurkan 62 Ribu KPR Subsidi dan KUR Perumahan Rp880 Miliar

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
jakarta geopolitik swasembada pangan kadin indonesia Presiden Prabowo