Tren Affiliate dan Live Streaming Jadi Mesin Utama Pertumbuhan E-Commerce 2026

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:23 WIB
ILUSTRASI: Affiliate marketing yang kini jadi ladang cuan favorit Gen Z di era e-commerce.
ILUSTRASI: Affiliate marketing yang kini jadi ladang cuan favorit Gen Z di era e-commerce.

RADAR SURABAYA BISNIS – Fenomena perdagangan digital di Indonesia terus mengalami evolusi. Kini, pemanfaatan konten melalui live streaming dan affiliate marketing terbukti menjadi mesin penggerak utama pertumbuhan transaksi e-commerce. 

Fenomena ini tidak hanya menguntungkan pelaku industri, tetapi juga membuka ladang pendapatan baru yang masif bagi pengguna Generasi Z.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, nilai penjualan e-commerce pada Februari 2026 telah mencapai 5,76 miliar dolar AS (sekitar Rp96,7 triliun). 

Baca Juga: Bank Jatim Gandeng PCI Muslimat NU Hong Kong, Perluas Layanan Remitansi bagi PMI

Lonjakan luar biasa ini sangat dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumen yang kini semakin mengandalkan konten kreator sebagai referensi utama sebelum berbelanja.

Bagi sebagian besar anak muda, membagikan rekomendasi produk favorit atau spill barang di media sosial awalnya hanyalah aktivitas kasual. 

Namun, di tangan Gen Z yang jeli melihat peluang, aktivitas ini bertransformasi menjadi sumber pendapatan pasif (passive income) yang menggiurkan.

Baca Juga: Uji Coba Perlinsos Digital Surabaya Tembus 99 Persen, 51 Ribu Warga Miskin Baru Akhirnya Dapat Bansos

Gaya promosi afiliasi dinilai jauh lebih efektif memicu keinginan belanja berkat faktor psikologis Fear of Missing Out (FOMO). Konten spill yang dihasilkan terasa lebih jujur, organik, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari audiens dibandingkan iklan konvensional.

Farhan, seorang Affiliate Creator, mengakui bahwa daya tarik utama program afiliasi adalah fleksibilitasnya. Tanpa ikatan jam kerja yang kaku dan tanpa modal sepeser pun, program ini sangat cocok dijadikan pekerjaan sampingan (side hustle).

Pemanfaatan affiliate marketing juga membawa angin segar bagi para pelaku usaha. Integrasi ekosistem seperti Tokopedia dan TikTok Shop memungkinkan penjual mengubah proses penemuan produk menjadi transaksi secara mulus dalam satu alur.

Baca Juga: Restoran dan Kafe di Surabaya Bakal Wajib Pakai Sistem Pajak Digital, Ini Alasannya

Stephanie Susilo, Executive Director Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, menjelaskan bahwa tren konten telah menjadi motor penggerak perdagangan. Kekuatan penemuan produk lewat video sukses membantu pengguna berbelanja dengan cara yang lebih interaktif dan efisien.

Hal ini dibuktikan oleh sejumlah brand lokal Indonesia seperti Moell Official dan Pushop Store. 

Dengan mengadopsi strategi affiliate-first dan berkolaborasi secara konsisten dengan para kreator, mereka berhasil mencatat lonjakan Nilai Transaksi Bruto (GMV) secara drastis, dengan kontribusi jaringan affiliate mencapai lebih dari 60 persen pada periode kampanye tertentu.

Baca Juga: Lebih dari Satu Dekade Absen, Kejuaraan Balap Legendaris Yamaha Cup Race 2026 Kembali Menyapa Kota Padang

Kiat Sukses Memulai Affiliate Marketing

Meski operasionalnya terlihat mudah, hanya bermodal ponsel dan kuota untuk menjadi affiliate creator yang sukses tetap membutuhkan strategi matang. 

Berikut adalah tiga kunci utama bagi pemula yang ingin terjun ke dunia afiliasi:

 1. Bangun Personal Branding yang Kuat: Fokuslah pada pengembangan karakter profil kreator. Jika personal branding sudah terbentuk solid, produk apa pun yang dipasarkan akan lebih mudah menarik minat audiens.

 2. Fokus pada Satu Niche: Hindari mencampuradukkan topik. Akun yang memiliki konsep yang jelas (misalnya khusus otomotif atau kecantikan) akan lebih mudah dibaca oleh algoritma dan dipercaya oleh penonton.

Baca Juga: Dominasi 54 Persen, Pekerja Perempuan Jadi Kunci Sukses Pariwisata

 3. Sabar dan Lakukan Evaluasi: Jika jumlah tayangan atau komisi sedang menurun, jangan terburu-buru menyerah. Tetapkan target waktu untuk memantau pergerakan tren, dan lakukan revisi kreativitas konten jika pasar tidak segera merespons.

Ke depan, affiliate marketing diprediksi bukan sekadar tren sesaat. Melalui literasi digital yang makin matang, model bisnis ini menjadi gerbang utama menuju industri kreatif yang menjanjikan, di mana kreativitas pembuatan konten dan kemandirian finansial dapat berjalan beriringan.

Baca Juga: Mengenal Mobil Masa Depan, BYD Haka Solo Gandeng Forum Otomotif Solo Raya Edukasi Mobil Listrik Lewat Solo Community Talk

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
affiliate live streaming side hustle Gen Z ecommerce