Dominasi 54 Persen, Pekerja Perempuan Jadi Kunci Sukses Pariwisata

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 15:53 WIB
PEREMPUAN INDONESIA: Wamenpar Ni Luh Puspa di acara Women
PEREMPUAN INDONESIA: Wamenpar Ni Luh Puspa di acara Women's Leadership Forum 2026, Jakarta, Senin (27/7).

RADAR SURABAYA BISNIS – Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menegaskan bahwa perempuan merupakan penggerak utama sekaligus tulang punggung ekosistem pariwisata di Indonesia. 

Hal tersebut disampaikannya saat membuka acara Women's Leadership Forum 2026 di Kantor Lembaga Administrasi Negara, Jakarta, Senin (27/7).

Menurut Ni Luh Puspa, peran strategis perempuan terlihat dari kontribusinya di hampir seluruh rantai nilai industri pariwisata. Mengutip data UN Tourism, ia mengungkapkan bahwa 54 persen pekerja di sektor pariwisata saat ini diisi oleh perempuan.

Baca Juga: Mengenal Mobil Masa Depan, BYD Haka Solo Gandeng Forum Otomotif Solo Raya Edukasi Mobil Listrik Lewat Solo Community Talk

"Perempuan hadir mulai dari pengelola desa wisata, pemilik homestay, pelaku UMKM kuliner dan kriya, penenun, perajin, pemandu wisata, hingga pelestari seni dan tradisi," jelas Wamenpar.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa kekuatan utama pariwisata Indonesia bertumpu pada kekayaan alam dan budaya. Dalam kedua aspek tersebut, keterlibatan perempuan sangat krusial dalam mempertahankan identitas destinasi wisata nasional sekaligus memperkuat daya saing di tingkat global.

Meski mendominasi secara jumlah, Wamenpar menyoroti tantangan besar yang masih dihadapi pekerja perempuan. Kesempatan untuk menduduki posisi pimpinan dan memperoleh penghasilan yang setara dinilai masih belum merata.

Baca Juga: Sempat Menguat, Rupiah Kembali Terdepresiasi Mendekati Rp18.100 per Dolar AS

Ia mencontohkan kondisi di industri perhotelan, di mana perempuan lebih banyak ditempatkan pada posisi pemasaran, namun minim keterwakilan di kursi kepemimpinan puncak.

"Masih ada anggapan perempuan hanya menjadi pelengkap. Padahal tanpa perempuan, ekosistem pariwisata tidak akan bergerak," tegasnya.

Untuk mengatasi ketimpangan tersebut, Ni Luh Puspa mendorong adanya langkah-langkah afirmatif serta kebijakan nyata yang membuka akses lebih luas bagi perempuan.

Baca Juga: Wisata Jatim Meroket 11,81 Persen Saat Libur Sekolah 2026, Gunung Bromo Jadi Primadona

Ia juga menegaskan komitmen Kementerian Pariwisata terkait kesetaraan gender, yang saat ini dibuktikan dengan jabatan Menteri dan Wakil Menteri Pariwisata yang sama-sama diemban oleh perempuan.

Menutup pemaparannya, Wamenpar mengajak seluruh perempuan untuk terus berkolaborasi dan saling mendukung.

"Pemimpin pariwisata adalah pemimpin yang menjadi kolaborator, orkestrator, dan juga katalisator," tutupnya.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Gelar Lomba SWK 2026, Eri Cahyadi Targetkan Bebas Pungli

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pariwisata perempuan kemenpar Ni Luh Puspa pekerja