Pasar Halal Global Bernilai Fantastis, Berikut Lima Sektor Unggulan Indonesia

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 19:45 WIB
Pemerintah sendiri telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia melalui penguatan industri halal.
Pemerintah sendiri telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia melalui penguatan industri halal.

radarsurabayabisnis.id - Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemain utama dalam industri halal dunia. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai sedikitnya ada lima sektor unggulan yang mampu memperkuat posisi ekonomi syariah Indonesia di pasar global seiring meningkatnya permintaan produk halal internasional.

Kepala Badan Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah Kadin Indonesia, Titi Khoiriah, mengatakan kekuatan Indonesia tidak hanya berasal dari besarnya populasi muslim, tetapi juga potensi industri halal yang terus berkembang.

"Indonesia memiliki modal kuat untuk mengembangkan sejumlah sektor unggulan ekonomi syariah," ujar Titi dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Baca Juga: Pasar Kosmetik Capai Rp200 Triliun, Pengusaha Minta Sertifikasi Halal Ditunda 1 Tahun

Lima Sektor Unggulan Penggerak Ekonomi Syariah

Menurut Titi, terdapat lima sektor yang dinilai memiliki prospek paling besar untuk bersaing di pasar global, yaitu industri fesyen muslim, pariwisata ramah Muslim, farmasi halal, kosmetik halal, serta makanan dan minuman halal.

Kelima sektor tersebut dinilai memiliki peluang besar karena permintaan produk halal terus meningkat di berbagai negara. Oleh sebab itu, Indonesia perlu memperkuat daya saing agar mampu menjadi bagian penting dalam rantai nilai halal global.

Pemerintah sendiri telah menetapkan target menjadikan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah dunia melalui penguatan industri halal, sektor keuangan syariah, serta pembangunan ekosistem usaha yang terintegrasi.

Digitalisasi dan UMKM Jadi Tantangan

Meski memiliki potensi besar, Titi mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah konsentrasi kepemilikan modal, kebijakan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada UMKM dan pelaku ekonomi syariah, serta rendahnya pemanfaatan teknologi digital.

Karena itu, Kadin mendorong peningkatan akses pembiayaan, percepatan sertifikasi halal, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga perluasan literasi digital bagi pelaku usaha.

Menurutnya, transformasi digital akan menjadi kunci untuk meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus memperluas jangkauan pasar. Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), penguatan pusat data nasional, serta digitalisasi UMKM diyakini mampu meningkatkan produktivitas pelaku usaha halal.

haBaca Juga: Pemerintah Siapkan Sertifikasi Halal Gratis untuk 500 Ribu Pelaku Usaha, Dorong Lahirnya Ribuan Pengusaha Baru

Kadin Dorong Hilirisasi dan Ekonomi Hijau

Selain digitalisasi, Kadin juga menilai penguatan ekonomi hijau perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan ekonomi syariah nasional. Langkah tersebut meliputi pengembangan energi terbarukan, perdagangan karbon, pembiayaan berkelanjutan, hingga hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan daya saing ekspor Indonesia.

Dalam Sidang Pleno XII Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) VIII di Jakarta, Sabtu (25/7), Titi menyampaikan lima rekomendasi strategis untuk memperkuat ekonomi umat. Rekomendasi tersebut mencakup penguatan regulasi yang berpihak kepada UMKM, percepatan pembangunan ekosistem ekonomi syariah, peningkatan investasi infrastruktur dan reformasi birokrasi, percepatan hilirisasi industri serta transisi menuju ekonomi hijau, dan perluasan akses pembiayaan formal serta literasi digital bagi pelaku UMKM.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk tidak hanya menjadi pasar produk halal, tetapi juga menjadi produsen dan eksportir utama industri halal dunia.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
ekonomi syariah Indonesia pasar halal global ekonomi syariah industri halal kadin indonesia