Ekspor Farmasi Meningkat, Indonesia Kantongi Potensi Transaksi Rp34 Miliar di Taiwan

Hany Akasah • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 16:25 WIB
Produk farmasi Indonesia raih potensi transaksi Rp34 miliar di pameran BIO Asia-Taiwan 2026.
Produk farmasi Indonesia raih potensi transaksi Rp34 miliar di pameran BIO Asia-Taiwan 2026.

RADAR SURABAYA BISNIS — Industri farmasi dan bioteknologi Indonesia kembali menunjukkan taji di kancah internasional. 

Dalam ajang pameran Biotechnology Innovation Organization (BIO) Asia-Taiwan 2026 yang berlangsung pada 16–19 Juli 2026 di Taipei Nangang Exhibition Center, Taiwan, produk kesehatan nasional berhasil mengantongi potensi transaksi senilai USD 2 juta atau setara Rp34 miliar.

Keberhasilan tersebut diraih berkat partisipasi tujuh perusahaan terkemuka asal Indonesia, yakni PT Top Rawyale Indonesia, PT Shirudo Lab Berkat Abadi, PT Kalbe Genexine Biologics, PT Indoniaga Makmur Sejahtera, PT Gebang Surya Harapan, PT Konimex, dan PT Pharma Metric Lab.

Baca Juga: Telkomsel dan Samsung Rilis Paket Bundling Halo Optima Galaxy, Ini Syarat dan Benefitnya

Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei, Arif Sulistiyo, mengungkapkan bahwa keikutsertaan Indonesia pada ajang global ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi produk farmasi dan bioteknologi nasional dalam rantai pasok global.

"Kehadiran Indonesia dalam BIO Asia-Taiwan 2026 membuka peluang akses pasar dan kolaborasi serta memperkuat jejaring dengan pelaku industri global. Kami optimistis produk farmasi dan kesehatan Indonesia memiliki kualitas dan daya saing tinggi," ujar Arif dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).

Pameran bertema "Asian Inspiration, Global Impact"* yang digagas oleh Taiwan BIO dan BIO ini diikuti oleh peserta lebih dari 20 negara dengan menyajikan sekitar 2.200 gerai pameran. 

Baca Juga: Pemkot Surabaya Minta Warga Segera Perbarui Adminduk, 169 Ribu KK Ditemukan Tak Sesuai Domisili

Sektor bahan baku bioteknologi, ekstrak herbal, hingga jasa laboratorium kesehatan asal Indonesia menjadi daya tarik utama bagi para calon mitra bisnis dari Taiwan dan negara lainnya.

Manfaat nyata keikutsertaan ini juga dirasakan langsung oleh pelaku usaha. Head of Business Development & Licensing PT Kalbe Genexine Biologics, Vonny Willianty, menyampaikan bahwa ajang ini mempermudah ekspansi jaringan bisnis di kawasan Asia Pasifik.

"Melalui BIO Asia-Taiwan, kami dapat bertemu dengan calon mitra bisnis baru yang sebelumnya tidak berada dalam jangkauan kami. Hal ini membuka peluang lebih besar untuk memperluas pasar dan menjajaki kerja sama bisnis di Taiwan," kata Vonny.

Baca Juga: Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Destry Damayanti Ditunjuk Sebagai Pejabat Sementara

Dukungan sinergis antara Kementerian Perdagangan RI melalui KDEI Taipei dan pelaku usaha diharapkan dapat mendorong peningkatan nilai ekspor, investasi, serta transfer teknologi di sektor kesehatan dan bioindustri nasional secara berkelanjutan.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
pameran ekspor asia taiwan farmasi