Proyek Gas Lepas Pantai North Hub Dimulai, Siap Topang Target Produksi Migas Nasional 2028

Hany Akasah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 18:22 WIB
SKK Migas dan Eni tinjau pemotongan baja FPSO North Hub di Tanjung Balai Karimun, Kamis (23/7).
SKK Migas dan Eni tinjau pemotongan baja FPSO North Hub di Tanjung Balai Karimun, Kamis (23/7).

RADAR SURABAYA BISNIS — Proyek pengembangan gas lepas pantai North Hub Development Project resmi memasuki tahap konstruksi. 

Tahap ini ditandai dengan pemotongan baja pertama (first steel cut) untuk fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO) Bahtera Haluan Lestari di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis (23/7/2026).

Proyek hulu migas ultra-dalam bernilai investasi US$11,8 miliar (sekitar Rp191 triliun) ini mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur.

Baca Juga: Misi Dagang Jawa Timur di Hong Kong Pecahkan Rekor, Transaksi Tembus Rp12 Triliun

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, mengungkapkan bahwa proyek North Hub diproyeksikan menjadi penopang utama pencapaian target produksi migas nasional pada 2030, yakni 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas per hari (BSCFD).

"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030," ujar Djoko saat menghadiri seremoni pemotongan baja di Tanjung Balai Karimun.

Dari total investasi sebesar US11,8 miliar, sekitar US2,9 miliar dialokasikan khusus untuk pembangunan fasilitas FPSO Bahtera Haluan Lestari. 

Baca Juga: Bank Jatim Gandeng Bank NTT, Pekerja Migran Kini Lebih Mudah Kirim Uang dari Luar Negeri

Fasilitas produksi terapung ini nantinya akan mengolah gas dari 16 sumur sebelum disalurkan ke Terminal Santan melalui jaringan pipa ekspor berdiameter 32 inci.

Djoko menambahkan, proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dinilai membuktikan daya tarik iklim investasi migas Indonesia di mata investor global. 

Selain memperkuat ketahanan energi, proyek ini diproyeksikan membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru serta menaikkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai lokal.

Baca Juga: Soroti Ketimpangan Persaingan di KEK, Menkeu Minta Regulasi Segera Disesuaikan

Sementara itu, Direktur Eni North Ganal Ltd, Mirko Araldi, menegaskan komitmennya untuk memenuhi target produksi perdana (first gas) pada kuartal IV 2028. Menurutnya, pencapaian hingga tahap konstruksi ini merupakan hasil kolaborasi erat berbagai pihak.

"Kami menargetkan produksi perdana pada tahun 2028. Strategi proyek ini ditargetkan mulai beroperasi dalam waktu kurang dari tiga tahun setelah Keputusan Investasi Final (FID)," kata Mirko.

Proyek North Hub membidik kapasitas produksi sebesar 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat. Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong percepatan proyek ini sebagai bagian dari transisi energi dan penguatan pasokan gas nasional.

Baca Juga: OJK Pacu Akselerasi Startup Digital guna Perkuat Ekosistem Keuangan Nasional

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
north hub skk migas migas proyek strastegis nasional esdm