radarsurabayabisnis.id - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gabungan Pengusaha Makanan Bergizi (Gapembi) Jawa Timur mengungkapkan hampir 800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jawa Timur terdampak kebijakan moratorium. Akibatnya, banyak dapur yang telah selesai dibangun belum dapat beroperasi.
Ketua DPW Gapembi Jawa Timur Makhrus Sholeh mengatakan kondisi tersebut menjadi keluhan utama para mitra penyelenggara MBG yang telah menginvestasikan modal, tenaga, dan waktu untuk membangun fasilitas pendukung program pemerintah tersebut.
"Jatim hampir sekitar 800-an," ujar Makhrus, Kamis (23/7).
Menurutnya, ketidakpastian operasional membuat banyak mitra menanggung beban biaya meski dapur sudah siap digunakan.
Baca Juga: Sempat Anjlok, Harga Telur dan Ayam Mulai Merangkak Naik Usai Program MBG Kembali Dimulai
Ratusan Dapur MBG Belum Beroperasi
Makhrus menjelaskan, dari sekitar 800 SPPG yang terdampak moratorium di Jawa Timur, sekitar 20 persen telah selesai dibangun tetapi belum mendapat izin beroperasi.
Sementara itu, sekitar 50 persen masih dalam tahap pembangunan awal. Adapun sekitar 30 persen lainnya telah mencapai progres pembangunan antara 50 hingga 80 persen.
"Yang sudah selesai sekitar 20 persen. Yang 30 persen itu progresnya antara 50 sampai 80 persen, sedangkan hampir 50 persen masih dalam tahap pembangunan," jelasnya.
Menurut Gapembi, kondisi tersebut membuat banyak mitra kesulitan karena investasi yang telah dikeluarkan belum dapat menghasilkan aktivitas operasional.
Berharap Kepala BGN Baru Beri Kepastian
Makhrus berharap pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) menjadi momentum untuk menyelesaikan persoalan moratorium SPPG.
Ia menyambut baik penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN yang baru dan berharap kebijakan ke depan lebih memberikan kepastian kepada para mitra pelaksana Program Makan Bergizi Gratis.
Menurutnya, komunikasi antara BGN dan mitra daerah juga perlu diperkuat agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif.
"Kami berharap kepemimpinan yang baru bisa menghadirkan semangat baru, memperbaiki tata kelola MBG, serta memberikan kepastian kepada para mitra yang selama ini menunggu operasional SPPG," katanya.
Gapembi menilai kepastian operasional sangat penting agar investasi yang telah dilakukan para mitra tidak sia-sia dan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan optimal sesuai target pemerintah.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya