RADAR SURABAYA BISNIS - Terminal Petikemas (TPK) Merauke mencatatkan kinerja operasional yang impresif sepanjang Semester I/2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus peti kemas yang dilayani menembus angka 27.523 TEUs, melonjak 11,44 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 yang tercatat sebesar 24.698 TEUs.
Capaian ini mencerminkan peran penting PT Pelindo Terminal Petikemas dalam menjaga efisiensi dan kelancaran arus logistik di Papua Selatan.
Terminal Head TPK Merauke, Muhammad Rasul Irmadani, menegaskan bahwa peningkatan ini didorong oleh bergeraknya roda ekonomi serta masifnya pembangunan infrastruktur di wilayah timur Indonesia.
"Lonjakan arus barang ini juga didorong oleh tingginya permintaan bahan material untuk mendukung berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN) yang saat ini masih berlangsung, khususnya di kawasan Papua Selatan," ungkap Rasul pada Senin (21/7).
Ia menambahkan, pencapaian pada paruh pertama tahun 2026 ini merupakan buah dari komitmen perusahaan dalam menjaga efisiensi operasional secara berkelanjutan.
Baca Juga: Ekspor Naik Double Digit, Kinerja Operasional Terminal Petikemas Lampaui Standar Kemenhub
Menurutnya, pertumbuhan ini menjadi indikator utama bahwa aktivitas logistik di Merauke terus berkembang pesat dan kepercayaan para pengguna jasa tetap terjaga.
"Ke depan, kami akan terus melakukan optimalisasi operasional dan pemanfaatan peralatan secara maksimal guna menjamin kelancaran kinerja operasional," tegasnya.
Di tengah tren kenaikan volume layanan, TPK Merauke secara konsisten menjaga kualitas pelayanan agar tidak menurun.
Langkah optimalisasi operasional, pembenahan fasilitas, hingga pembaruan alat bongkar muat terbukti memberikan dampak langsung terhadap efisiensi waktu singgah kapal (port stay time).
Dampak positif perbaikan layanan ini turut diakui oleh para pelaku industri pelayaran nasional. Kepala Operasi PT Salam Pacific Indonesia Lines (SPIL) Cabang Merauke, Tony Bijaksono, menuturkan bahwa penambahan peralatan operasional dari Pelindo sangat krusial dalam mengurai kepadatan bongkar muat di lapangan.
Tony membeberkan bahwa meskipun terjadi lonjakan muatan pada Semester I/2026 yang sempat memicu pemadatan antrean, kehadiran alokasi peralatan baru sangat membantu kelancaran di area depo maupun dermaga.
"Dampaknya sangat terasa, port stay time yang sebelumnya berkisar 55 jam kini berhasil ditekan menjadi sekitar 47 jam. Proses pelayanan kini menjadi jauh lebih cepat, aman, dan efisien," papar Tony.
Sinergi yang kuat antara TPK Merauke, penyedia jasa pelayaran, dan pemangku kepentingan daerah menjadi kunci utama dalam menjaga ekosistem logistik yang sehat.
Ke depan, PT Pelindo Terminal Petikemas berkomitmen untuk terus memperkuat kualitas layanan melalui modernisasi infrastruktur, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM), serta mempererat kolaborasi bersama mitra kerja guna mengeskalasi pertumbuhan ekonomi di wilayah Papua Selatan. (rir/han)
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis