BI Rate Naik, Mobil Rp300 Juta ke Bawah Terancam Sepi Pembeli

Hany Akasah • Dipublikasikan Rabu, 22 Juli 2026 | 16:50 WIB
Segmen mobil dengan harga di bawah Rp300 juta dinilai paling rentan terdampak karena mayoritas pembelinya masih mengandalkan fasilitas kredit.
Segmen mobil dengan harga di bawah Rp300 juta dinilai paling rentan terdampak karena mayoritas pembelinya masih mengandalkan fasilitas kredit.

radarsurabayabisnis.id - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) diperkirakan akan menjadi tantangan baru bagi industri otomotif nasional. Segmen mobil dengan harga di bawah Rp300 juta dinilai paling rentan terdampak karena mayoritas pembelinya masih mengandalkan fasilitas kredit.

Model-model populer seperti Toyota Avanza, Honda Brio, Daihatsu Sigra, hingga Toyota Calya diperkirakan menghadapi tekanan penjualan apabila cicilan kendaraan terus meningkat akibat kenaikan suku bunga.

Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Kukuh Kumara, mengatakan segmen kendaraan tersebut sangat sensitif terhadap perubahan biaya pembiayaan.

"Segmen ini sangat price sensitive. Kenaikan bunga langsung terasa dari cicilan yang membengkak," ujarnya, Selasa (21/7).

Menurut Kukuh, sekitar 70 persen konsumen otomotif Indonesia membeli mobil di kisaran harga Rp300 juta ke bawah. Sebagian besar transaksi dilakukan melalui skema kredit sehingga perubahan suku bunga langsung memengaruhi kemampuan membeli masyarakat.

Cicilan Naik, Konsumen Berpotensi Tunda Beli Mobil

Kukuh menjelaskan, konsumen di segmen mobil murah umumnya sangat mempertimbangkan besaran cicilan bulanan.

Kenaikan angsuran, meski tidak terlalu besar, berpotensi membuat calon pembeli menunda pembelian hingga kondisi bunga kembali membaik.

Berbeda dengan segmen kendaraan penumpang, mobil niaga atau kendaraan komersial diperkirakan lebih mampu bertahan menghadapi kenaikan suku bunga.

Menurutnya, pembeli kendaraan komersial merupakan pelaku usaha yang membutuhkan armada untuk mendukung operasional bisnis sehingga permintaannya cenderung lebih stabil.

Sebaliknya, mobil keluarga dan city car yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga diperkirakan akan mengalami perlambatan penjualan lebih cepat karena konsumennya lebih sensitif terhadap perubahan cicilan.

Gaikindo Prediksi Promo Kredit Makin Agresif

Untuk menjaga penjualan tetap tumbuh, Gaikindo memperkirakan produsen otomotif bersama perusahaan pembiayaan akan memperbanyak berbagai program promosi.

Strategi yang diperkirakan dilakukan antara lain menawarkan bunga kredit lebih rendah, uang muka (DP) ringan, hingga tenor pinjaman yang lebih panjang agar cicilan tetap terjangkau.

"Lembaga pembiayaan juga punya kepentingan menjaga pertumbuhan portofolio. Karena itu, insentif akan makin agresif jika tren bunga terus naik," kata Kukuh.

Pelaku industri berharap berbagai program tersebut mampu menjaga minat beli masyarakat sehingga penjualan mobil di segmen harga terjangkau tetap bertahan meski biaya pembiayaan meningkat akibat kenaikan BI Rate.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
suku bunga BI mobil murah penjualan mobil bi rate