radarsurabayabisnis.id - Kawasan Darmo dikenal sebagai salah satu pusat perkembangan Kota Surabaya pada era kolonial. Pada dekade 1930-an, kawasan yang saat itu bernama Tamarindelaan—kini Jalan Pandegiling—menjadi pusat hiburan dan gaya hidup masyarakat kelas atas.
Di samping Darmo Theater yang kala itu ramai memutar film-film populer, termasuk petualangan Tarzan, berdiri sebuah restoran bergengsi bernama Restoran Hankow. Berdasarkan penelusuran sejarah tata kota, lokasi restoran tersebut diperkirakan berada di kawasan strategis yang kini telah berubah menjadi area komersial modern di sekitar hotel-hotel berbintang di Jalan Pandegiling.
Nama "Hankow" diambil dari kota pelabuhan di Tiongkok yang kini menjadi bagian dari Wuhan. Nama tersebut menjadi identitas sekaligus penanda cita rasa autentik masakan Tiongkok yang dihadirkan kepada para pengunjung.
Baca Juga: Tren Motor Klasik Naik, Mekanik Surabaya Ungkap Daya Beli Makin Lesu
Sajikan Masakan Tiongkok Premium Favorit Saudagar dan Pejabat
Pada masa Hindia Belanda, Restoran Hankow bukan hanya tempat makan, tetapi juga ruang pertemuan sosial bagi kalangan elite Surabaya. Saudagar Tionghoa, pejabat kolonial, hingga masyarakat urban kerap menikmati santap malam di restoran ini setelah menonton pertunjukan di Darmo Theater.
Menu yang disajikan diperkirakan mengusung cita rasa khas Provinsi Hubei dengan pengaruh kuat masakan Kanton yang populer di kalangan perantau Tionghoa.
Beberapa hidangan yang diyakini menjadi favorit antara lain sup hangat kaya rempah, ikan air tawar kukus jahe, ayam rebus berbumbu bawang, hingga menu premium seperti sup sarang burung walet. Sajian tersebut biasanya ditemani teh krisan hangat maupun bir impor Eropa yang saat itu banyak diminati kalangan atas.
Baca Juga: Siapkan Rp20 Miliar, Pemkot Surabaya Sulap 16 Pasar Tradisional Jadi Lebih Mewah dan Higienis
Kini Hanya Tersisa dalam Foto-Foto Lawas
Seiring perkembangan Kota Surabaya, bangunan Darmo Theater maupun Restoran Hankow tidak lagi berdiri. Keduanya kini hanya dapat dikenang melalui dokumentasi foto-foto lama dan catatan sejarah.
Meski telah menghilang dari lanskap kota, keberadaan Restoran Hankow menjadi bukti bahwa Surabaya sejak awal abad ke-20 telah memiliki kehidupan kuliner yang maju, beragam, dan menjadi bagian penting dari dinamika sosial masyarakat perkotaan.
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Surabaya