radarsurabayabisnis.id - Rangkaian Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 resmi ditutup Bank Indonesia (BI) Jawa Timur pada Minggu (19/7) malam. Festival yang berlangsung selama tiga hari di Alun-Alun Surabaya itu membukukan komitmen pembiayaan dan perdagangan senilai Rp87 miliar, melampaui target yang ditetapkan penyelenggara.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur, Ibrahim, mengatakan capaian tersebut berasal dari 31 komitmen pembiayaan senilai Rp20 miliar serta 54 letter of intent (LoI) perdagangan senilai Rp67 miliar yang dihasilkan melalui agenda business matching di Hotel Kempinski Surabaya.
Baca Juga: Kopi Hutan Jatim Tumbuh Pesat, DPD RI Lia Istifhama Optimistis Potensi Desa Devisa Bisa Melejit
"Kami mencatat 31 komitmen pembiayaan dengan nilai Rp20 miliar dan ini melampaui target. Ada pula 54 LoI perdagangan senilai Rp67 miliar. Nilai ini akan terus kami kawal agar terealisasi menjadi transaksi riil," ujar Ibrahim saat penutupan festival.
Selain komitmen bisnis, transaksi penjualan langsung selama penyelenggaraan festival juga mencapai sekitar Rp1 miliar. Sebagian besar produk UMKM yang dipamerkan ludes terjual selama tiga hari kegiatan berlangsung.
BI Jatim Perkuat Akses Pasar UMKM
Mengusung tema From Local to Global, JCFF 2026 menjadi ajang yang mempertemukan pelaku UMKM, perbankan, pemerintah, akademisi, komunitas, dan masyarakat untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.
"Selama tiga hari ini, Alun-Alun Surabaya benar-benar menjadi ruang bertemunya kreativitas dan kolaborasi. Ini bukan kerja BI sendiri, melainkan berkat dukungan pemprov, pemkot, perbankan, komunitas, dan masyarakat luas," kata Ibrahim.
Baca Juga: Surplus 44.800 Ton, Produksi Kopi Jawa Timur 2025 Masuk Empat Besar Nasional
Festival yang pertama kali digelar pada 2022 itu kini tidak hanya mempromosikan kopi unggulan Pulau Jawa, tetapi juga menghadirkan produk teh, cokelat, madu, serta berbagai rempah dari Jawa Timur dan daerah lain di Pulau Jawa.
"Atas masukan berbagai pemangku kepentingan dan UMKM, kami perluas dengan komoditas unggulan lainnya. Ini menjadi ruang kolaborasi yang mempertemukan seluruh ekosistem ekonomi," jelasnya.
Keberhasilan penyelenggaraan JCFF 2026 juga didukung promosi digital melalui media sosial yang mendorong tingginya kunjungan masyarakat.
Bank Indonesia Jawa Timur memastikan akan terus memperkuat pembinaan UMKM melalui proses kurasi, fasilitasi pembiayaan, promosi, hingga perluasan akses pasar agar semakin banyak produk lokal mampu menembus pasar nasional maupun global.
Editor : Hany Akasah