Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Indonesia Resmi Jadi Negara Pendiri WAICO, Perkuat Tata Kelola AI Global untuk Ekonomi Digital

Hany Akasah • Sabtu, 18 Juli 2026 | 19:56 WIB
Menko Airlangga Hartarto & Wamen Angga Raka Prabowo saat penandatanganan pendirian WAICO di Shanghai.
Menko Airlangga Hartarto & Wamen Angga Raka Prabowo saat penandatanganan pendirian WAICO di Shanghai.

RADAR SURABAYA BISNIS — Pemerintah Indonesia resmi mengukuhkan posisinya dalam kancah teknologi dunia dengan menjadi salah satu dari 29 negara pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO). 

Peresmian ini ditandai dengan penandatanganan dokumen pembentukan organisasi di Shanghai, Tiongkok, pada Kamis (16/7/2026).

Langkah strategis ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas yang digelar pertengahan Juli ini. 

Baca Juga: Berhasil Jaring 9.217 Aduan, Hotline Lapor Cak Eri Jadi Katalis Reformasi Birokrasi di Surabaya

Delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, didampingi Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo.

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa keikutsertaan sebagai founding member memberi Indonesia hak suara dan akses awal dalam merumuskan arah pengembangan kecerdasan buatan (AI) global. 

Kehadiran Indonesia juga ditujukan untuk memastikan implementasi AI berjalan inklusif dan tidak dimonopoli kekuatan tertentu.

Baca Juga: Tiga Flyover Baru Dibangun di Surabaya, Proyek senilai Rp4,7 triliun didukung Jerman

"Indonesia sangat peduli terhadap perkembangan AI yang sifatnya inklusif, aman, beretika, dan tidak dimonopoli oleh sebuah kekuatan tertentu. Kita ingin AI menjadi jembatan untuk kebersamaan, bukan justru memperlebar kesenjangan digital (digital divide)," ujar Airlangga dalam konferensi pers yang digelar dari Shanghai.

WAICO diinisiasi sebagai organisasi antarpemerintah yang independen dan non-profit di bawah kerangka kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). 

Pembentukan organisasi ini turut mendapat dukungan langsung dari Sekretaris Jenderal PBB António Guterres serta Presiden China Xi Jinping yang menekankan pentingnya kolaborasi global (global collaboration) alih-alih performa sepihak (solo performance).

Baca Juga: Universitas Ciputra Jamin Biaya Kuliah 18 Mahasiswa yang Kehilangan Orang Tua Senilai Rp1,9 Miliar

Bagi Indonesia, momentum ini dinilai krusial untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi baru. Sektor ekonomi digital Indonesia saat ini diperkirakan telah mencapai 130 miliar dolar AS dan diproyeksikan melonjak hingga 366 miliar dolar AS pada tahun 2030 mendatang. Pemanfaatan AI secara bertanggung jawab diharapkan menjadi mesin utama penggerak industri nasional.

Senada dengan hal tersebut, Wamen Komdigi Angga Raka Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan aktif ini akan menyelaraskan tata kelola AI nasional dengan standar terbaik global. 

Komdigi berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaborasi lintas negara demi membangun ekosistem teknologi yang inklusif di tanah air.

Baca Juga: Tren Makeup Y2K ala Naykilla Viral di TikTok, Gen Z Ramai Ikuti Gaya Unik Ini!

Selain menghadiri deklarasi, delegasi Indonesia juga memanfaatkan kunjungan kerja di Shanghai untuk menjajaki peluang transfer teknologi melalui pertemuan bilateral dengan sejumlah raksasa teknologi global, termasuk ByteDance, Huawei, Deep Robotics, Unitree, dan FiberHome.

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
WAICO airlangga hartarto ekonomi digital ai teknologi