RADAR SURABAYA BISNIS – Presiden RI Prabowo Subianto memimpin langsung jalannya kegiatan Panen Raya TNI Terintegrasi secara serentak yang dipusatkan di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur, pada Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi langkah konkret pemerintah bersama TNI dalam menjaga kedaulatan pangan nasional.
Panen raya serentak ini melibatkan tiga komoditas strategis yang dikembangkan oleh tiga matra TNI di berbagai wilayah Indonesia. Ketiga komoditas tersebut meliputi komoditas tebu oleh TNI Angkatan Udara (AU), komoditas kedelai oleh TNI Angkatan Laut (AL), dan komoditas padi oleh TNI Angkatan Darat (AD).
Baca Juga: Tembus Rp17,45 Miliar, Jawa Timur Sumbang Transaksi Koperasi Merah Putih Terbesar
Selain meninjau jalannya panen raya, Presiden Prabowo juga berkesempatan melihat langsung hasil dan inisiatif hilirisasi produk pertanian di lokasi.
Salah satunya adalah alat pembakar sampah atau insinerator, serta stand program unggulan TNI di bidang ketahanan pangan yang dirancang untuk meningkatkan nilai tambah komoditas lokal.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dalam laporannya menyampaikan bahwa program panen raya terintegrasi ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Kepala Negara.
Baca Juga: Tren Motor Klasik Naik, Mekanik Surabaya Ungkap Daya Beli Makin Lesu
Melalui pendampingan terpadu di lapangan, personel TNI diterjunkan untuk mengoptimalkan lahan potensial di berbagai daerah.
Secara khusus, Panglima TNI merinci bahwa area panen tebu di Lanud Abdulrachman Saleh Malang mencakup lahan seluas 800,5 hektare.
Dari total luas lahan tersebut, estimasi hasil panen diproyeksikan mampu mencapai hingga 72.045 ton dengan nilai rata-rata yang diterima pabrik berkisar Rp720 ribu per ton.
Baca Juga: Proyek LNG Abadi Masela Langsung Bor 15 Sumur Gas Senilai Rp340 Triliun
Sektor hilirisasi dari komoditas tebu ini juga diproyeksikan menghasilkan produk turunan bernilai tinggi seperti molase, bioetanol, bahan baku industri farmasi, hingga pupuk organik.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi tinggi atas terlaksananya gerakan yang berjalan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia ini.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan pangan nasional bukan sekadar tugas satu kementerian, melainkan gerakan nasional yang wajib melibatkan seluruh elemen bangsa.
Baca Juga: Bulog Sukses Serap 3,4 Juta Ton Beras, 5 Wilayah Ini Jadi Penyumbang Terbesar
“Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya Panen Raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia. Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh komponen bangsa,” tegas Presiden Prabowo.
Lebih lanjut, Presiden menekankan bahwa keterlibatan TNI dalam sektor agraria ini merupakan wujud nyata pengabdian nyata kepada masyarakat.
Langkah kolaboratif lintas sektor menjadi kunci utama dalam memitigasi berbagai tantangan pangan global di masa depan.
Editor : Hany AkasahSumber : radar surabaya bisnis