Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Proyek LNG Abadi Masela Langsung Bor 15 Sumur Gas Senilai Rp340 Triliun

Hany Akasah • Jumat, 17 Juli 2026 | 17:57 WIB
Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).
Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah resmi memulai pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Setelah peletakan batu pertama (groundbreaking), proyek senilai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp340 triliun itu langsung memasuki tahap pengeboran 15 sumur pengembangan.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pengeboran tersebut menjadi pekerjaan utama pada fase awal pembangunan proyek.

"Yang pertama dikerjakan adalah pengeboran 15 sumur pengembangan, terdiri atas 11 sumur utama dan empat sumur lanjutan. Bersamaan dengan itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti pelabuhan, dermaga, hingga rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (EPC) juga mulai berjalan," ujar Bahlil.

Baca Juga: Prabowo Resmikan Proyek LNG Abadi Masela Senilai Rp340 Triliun, Buka 12 Ribu Lapangan Kerja

Cadangan Gas 6,97 TCF, Investasi Rp340 Triliun

Proyek LNG Abadi Masela memiliki cadangan gas terbukti sebesar 6,97 triliun kaki kubik (TCF) dengan total investasi mencapai 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp340 triliun.

Struktur kepemilikan proyek terdiri atas:

Fasilitas yang dibangun meliputi sistem produksi bawah laut, Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa ekspor, kilang LNG darat (onshore) di Desa Lermatang, hingga fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS).

Target Produksi 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Setelah beroperasi, proyek ini ditargetkan memproduksi:

Pemerintah menetapkan minimal 60 persen produksi gas dialokasikan untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan maksimal 40 persen dapat diekspor.

PT Pupuk Indonesia telah memperoleh alokasi gas dengan harga sekitar 6–7 dolar AS per MMBTU. Sementara itu, pembahasan pasokan dengan PGN dan PLN masih berlangsung.

Di sisi lain, Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) telah mengamankan pasokan LNG selama 15 tahun sejak proyek memasuki Commercial Operation Date (COD) pada 2032, dengan total volume sekitar 37,5 juta ton.

FID Ditargetkan Akhir 2026

Pemerintah mencatat progres Front End Engineering Design (FEED) proyek telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target.

Selanjutnya, Final Investment Decision (FID) ditargetkan dapat ditetapkan pada Desember 2026 sebelum proyek memasuki tahap konstruksi skala penuh.

Diproyeksi Sumbang Rp2.476 Triliun ke PDB

Proyek LNG Abadi Masela diperkirakan menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi Indonesia timur.

Berdasarkan proyeksi pemerintah, proyek ini berpotensi:

Pemerintah berharap proyek ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mempercepat pemerataan pembangunan, mendorong tumbuhnya industri hilir, serta meningkatkan perekonomian kawasan timur Indonesia.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
Proyek LNG Abadi Masela LNG Abadi Masela Investasi Rp340 Triliun Groundbreaking Masela bahlil lahadalia