Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Bulog Sukses Serap 3,4 Juta Ton Beras, 5 Wilayah Ini Jadi Penyumbang Terbesar

Hany Akasah • Jumat, 17 Juli 2026 | 16:40 WIB
STOK MELIMPAH: Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani pantau stok beras nasional di gudang penyimpanan.
STOK MELIMPAH: Dirut BULOG Ahmad Rizal Ramdhani pantau stok beras nasional di gudang penyimpanan.

RADAR SURABAYA BISNIS – Perum BULOG kembali mencatatkan capaian strategis dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. 

Hingga 14 Juli 2026, BULOG dilaporkan sukses menyerap sebanyak 3,4 juta ton setara beras dari produksi dalam negeri. Angka tersebut setara dengan 85 persen dari target nasional yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.

Capaian ini dinilai menjadi salah satu tonggak penting bagi Indonesia dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan. Keberhasilan penyerapan ini juga memperkuat ketersediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Baca Juga: Jangan Sampai Lewat, Ini Syarat Lengkap Diskon 50 Persen Tambah Daya Listrik PLN, Berlaku Sampai 27Juli

Istimewanya, lima wilayah kerja BULOG dilaporkan berhasil melampaui 100 persen target pengadaan masing-masing. Wilayah tersebut meliputi Jawa Timur, DI Yogyakarta, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bengkulu, dan Bali. 

Di antara seluruh wilayah kerja tersebut, Jawa Timur tercatat sebagai kontributor terbesar secara nasional dengan realisasi pengadaan mencapai sekitar 887 ribu ton setara beras.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bukti nyata dari sinergi seluruh pemangku kepentingan dalam mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani di berbagai sentra produksi nasional.

Baca Juga: Diguyur Dana Jerman Rp4,7 Triliun, Megaproyek KRL Surabaya-Sidoarjo Ditargetkan Beroperasi 2029

"Keberhasilan menyerap 3,4 juta ton setara beras merupakan hasil kerja keras seluruh insan BULOG bersama pemerintah, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, kelompok tani, serta para pelaku usaha penggilingan. Ini menunjukkan bahwa negara hadir memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani sekaligus memperkuat stok pangan nasional," ujar Ahmad Rizal dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).

Meski sejumlah wilayah kerja telah menuntaskan target pengadaan yang ditentukan, BULOG memastikan kegiatan penyerapan gabah dan beras petani akan terus berlangsung di seluruh wilayah produksi. 

Optimalisasi jaringan pengadaan, kesiapan gudang, sarana pengolahan, serta kolaborasi dengan seluruh mitra akan terus diperkuat hingga target nasional benar-benar tercapai.

Baca Juga: Terapkan Green and Smart Port, TPK Banjarmasin dan TPK Bitung Raih Penghargaan dari Kemenko Pangan

Ahmad Rizal menegaskan bahwa capaian ini bukanlah garis akhir. Jajaran BULOG berkomitmen untuk terus bergerak memaksimalkan penyerapan hasil panen petani di seluruh Indonesia guna memastikan stabilitas pasokan dan jaminan kesejahteraan bagi para petani lokal.

"Setiap ton beras yang kami serap merupakan investasi bagi ketahanan pangan nasional dan jaminan kesejahteraan petani," tegasnya.

Melalui penyerapan produksi dalam negeri yang masif, pemerintah kini memiliki ruang yang jauh lebih besar untuk menjaga stabilitas pasokan serta memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Baca Juga: Genjot Pariwisata dan Investasi, RI Bebaskan Visa Kunjungan untuk 6 Negara Baru, Ini Daftarnya!

BULOG juga memastikan seluruh proses pengadaan dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan tetap mengedepankan standar kualitas komoditas yang diserap. 

Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen instansi dalam menjaga kepercayaan petani sekaligus memastikan stok CBP tetap kuat dan terjaga dengan baik.

Baca Juga: Satu Bulan Penuh, Pemerintah Evaluasi Total dan Perkuat Tata Kelola Program Makan Bergizi Gratis

Editor : Hany Akasah
Sumber : radar surabaya bisnis
jawa timur beras stok swasembada pangan bulog