Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Prabowo Resmikan Proyek LNG Abadi Masela Senilai Rp340 Triliun, Buka 12 Ribu Lapangan Kerja

Hany Akasah • Kamis, 16 Juli 2026 | 15:53 WIB
Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).
Presiden Prabowo Subianto melakukan groundbreaking proyek LNG Abadi Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

radarsurabayabisnis.id - Proyek gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) Abadi Masela resmi memasuki tahap konstruksi melalui peletakan batu pertama (groundbreaking) oleh Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7). Proyek senilai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp340 triliun ini digadang-gadang menjadi salah satu investasi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan proyek tersebut akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi di Indonesia timur sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Kehadiran proyek ini juga akan mendorong tumbuhnya industri pendukung, memperluas peluang usaha bagi UMKM, serta membuka kesempatan kerja yang luas dengan mengutamakan tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar," ujar Prasetyo.

Baca Juga: Harga LNG Industri Turun Drastis, PGN Siap Amankan Pasokan Gas Nasional

Investasi Rp340 Triliun, Produksi 9,5 Juta Ton LNG per Tahun

Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Abadi Masela dikembangkan oleh INPEX Masela Ltd bersama Pertamina dan Petronas dengan nilai investasi mencapai sekitar 20,9 miliar dolar AS atau sekitar Rp340 triliun.

Fasilitas tersebut dirancang memiliki kapasitas produksi sebesar:

Produksi tersebut diharapkan memperkuat pasokan energi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah sektor migas.

Serap 12 Ribu Tenaga Kerja dan Dongkrak Ekonomi

Selain menjadi proyek energi strategis, LNG Abadi Masela diproyeksikan memberikan dampak ekonomi yang besar.

Berdasarkan kajian LPEM FEB Universitas Indonesia, proyek ini diperkirakan menyumbang sekitar 137,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp2.200 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 2055.

Selama masa konstruksi, proyek tersebut juga diperkirakan menciptakan sekitar 12.000 lapangan kerja langsung, dengan prioritas bagi tenaga kerja lokal dari Maluku dan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga: Pakai Teknologi Baru Pertamina Akan Dongkrak Produksi Minyak Nasional dari Lapangan Tua

Proyek LNG Pertama Gunakan Teknologi CCS

Prasetyo menjelaskan proyek Abadi Masela menjadi proyek LNG pertama di Indonesia yang mengintegrasikan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) sejak tahap pengembangan.

Penerapan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengembangkan industri energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung target transisi energi nasional.

Proyek Dikembangkan Hampir 30 Tahun

Proyek LNG Abadi Masela telah melalui proses pengembangan panjang sejak kontrak pertama ditandatangani pada 1998.

Hingga awal Juli 2026, progres Front End Engineering Design (FEED) telah mencapai 79,56 persen atau melampaui target yang ditetapkan. Pemerintah menargetkan Final Investment Decision (FID) dapat dilakukan pada akhir 2026.

Pemerintah berharap proyek strategis ini tidak hanya memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga menjadi motor pertumbuhan ekonomi Indonesia timur melalui peningkatan investasi, penciptaan lapangan kerja, serta berkembangnya industri pendukung dan UMKM.

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Surabaya
Proyek LNG Abadi Masela LNG Abadi Masela Groundbreaking Abadi Masela Prabowo Subianto