Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

BRIN-LPDP Perkuat Regenerasi Peneliti Lewat Beasiswa Doctor by Research, Gandeng Kampus Top Dunia

Hany Akasah • Selasa, 14 Juli 2026 | 20:07 WIB
ILUSTRASI: Sinergi BRIN-LPDP buka beasiswa Doktor berbasis riset untuk cetak generasi periset unggul RI.
ILUSTRASI: Sinergi BRIN-LPDP buka beasiswa Doktor berbasis riset untuk cetak generasi periset unggul RI.

RADAR SURABAYA BISNIS – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terus berkomitmen memperkuat regenerasi peneliti di Indonesia. 

Melalui berbagai skema pendidikan tinggi berbasis riset, kolaborasi ini berfokus pada peningkatan jumlah doktor dan penguatan kapasitas riset nasional di berbagai sektor strategis.

Direktur Manajemen Talenta BRIN, Ajeng Arum Sari, menjelaskan bahwa pengembangan talenta riset tanah air kini dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan dan terintegrasi.

Baca Juga: Kementerian PKP Sinergi dengan ATR/BPN dan Satgas Anti Mafia Tanah, Amankan Aset Negara untuk Hunian Rakyat

"Pengembangan talenta riset dirancang sebagai ekosistem yang berkelanjutan, mulai dari program magang mahasiswa, pendidikan magister dan doktor berbasis riset (degree by research), hingga program pascadoktoral, joint research visit, dan visiting researcher," ujar Ajeng dalam Webinar Forum Sains Laut Dalam (#5) Menuju Misi Laut Dalam 2045, Jumat (10/7).

Salah satu program unggulan yang ditawarkan dalam kolaborasi ini adalah Beasiswa Doktor Talenta Riset dan Inovasi (DTRI). Skema beasiswa penuh ini ditujukan bagi lulusan sarjana (S1) maupun magister (S2) yang ingin melanjutkan studi doktor pada bidang-bidang prioritas nasional.

Menariknya, penerima beasiswa DTRI tidak hanya mendapatkan dukungan pendanaan pendidikan penuh, tetapi juga akan langsung terlibat dalam berbagai proyek riset riil yang sedang dijalankan oleh BRIN. 

Baca Juga: Menata SIG Group, Solusi Bangun Indonesia Bubarkan SBN, Ini Alasannya

Langkah ini diambil agar hasil penelitian mahasiswa selaras dengan arah pembangunan nasional serta memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan ilmu pengetahuan.

Terkait proses seleksi, Ajeng menambahkan bahwa pelamar harus memenuhi persyaratan akademik, batas usia, serta kemampuan bahasa Inggris sesuai standar LPDP. 

Proses seleksi terdiri dari tahapan administrasi dan substansi. Namun, bagi pelamar yang telah mengantongi Letter of Acceptance (LoA) tanpa syarat (unconditional), proses seleksi akan difasilitasi melalui mekanisme yang lebih sederhana.

Baca Juga: Naik Tiga Kali, Harga Daging Sapi di Pasar Krian Tembus Rp130 Ribu per Kg

Selain DTRI, skema lain yang tidak kalah menarik adalah program Doctor by Research (DBR). Untuk menyukseskan program ini, BRIN telah menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perguruan tinggi papan atas dalam negeri, seperti Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Gadjah Mada (UGM). 

Tidak hanya itu, kerja sama juga diperluas dengan berbagai universitas ternama di luar negeri seperti di Inggris, Australia, Prancis, dan Belanda.

Fokus riset masa depan ini akan diarahkan pada sektor-sektor krusial, di antaranya kemaritiman, pemanfaatan biodiversitas, teknologi nuklir, antariksa, aeronautika, elektronika, hingga teknologi informasi.

Baca Juga: Rusun Gunung Anyar Bersengketa, Ini Strategi Pemprov Jatim Agar Penghuni Tetap Bisa Tinggal

Senada dengan hal tersebut, Kepala Pusat Riset Laut Dalam BRIN, A'an Johan Wahyudi, menekankan pentingnya mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) riset yang andal, khususnya untuk mendukung visi maritim Indonesia.

"Untuk meningkatkan kapasitas penelitian kelautan di Indonesia serta memperkuat jejaring kolaborasi riset internasional, selain menyiapkan infrastruktur laboratorium, yang tidak kalah penting adalah menyiapkan generasi periset yang profesional dan andal," tegas A’an.

Sinergi antara BRIN dan LPDP ini diharapkan menjadi pintu masuk yang luas bagi mahasiswa dan periset muda Indonesia untuk membangun karier profesional di dunia riset, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi kemajuan bangsa.

Baca Juga: MinyaKita Masih Mahal, Berikut 2 Penyebab Harga MinyaKita Masih di Atas HET

Editor : Hany Akasah
lpdp doktor s3 BRIN beasiswa