Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Usung Semangat Growing the Future, Petrokimia Gresik Mantapkan Swasembada Pangan dan Transformasi Hijau

Riri Masfardian • Senin, 13 Juli 2026 | 10:58 WIB
PERKUAT FONDASI : Memasuki usia ke-54 tahun, PT Petrokimia Gresik terus membuktikan eksistensinya sebagai pilar Solusi Agroindustri di Indonesia. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
PERKUAT FONDASI : Memasuki usia ke-54 tahun, PT Petrokimia Gresik terus membuktikan eksistensinya sebagai pilar Solusi Agroindustri di Indonesia. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS - Memasuki usia ke-54 tahun, Petrokimia Gresik yang merupakan perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia (Persero), terus membuktikan eksistensinya dengan menunjukkan kinerja positif di tengah dinamika industri pupuk nasional maupun global.

Capaian impresif ini menjadi fondasi krusial bagi perusahaan untuk terus tumbuh secara berkelanjutan. Langkah strategis ini sangat vital bagi masa depan pertanian Indonesia, selaras dengan tema yang diusung dalam Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-54 perusahaan, yaitu "Growing the Future".

Kinerja operasional yang gemilang ini tercermin secara nyata dari tren peningkatan capaian produksi dari tahun ke tahun. Pada tahun 2025, realisasi produksi pupuk Petrokimia Gresik sukses menembus angka 4.683.477 ton, meningkat sekitar 105 persen dibandingkan dengan kuantum produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 4.474.914 ton.

Tren positif ini terus berlanjut hingga memasuki Semester I tahun 2026. Hingga Juni 2026, realisasi produksi pupuk telah mencapai 2.716.141 ton, secara signifikan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 sebesar 2.431.506 ton.

Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Cetak Agen Perubahan dan Pendamping Petani Lewat Taruna Makmur

Capaian ini sekaligus memperkokoh kapabilitas operasional perusahaan, mengingat target produksi tahun 2026 dipatok sebesar 106% dari target tahun sebelumnya.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, saat memimpin Upacara HUT Ke-54 Petrokimia Gresik di Gresik menyatakan bahwa ketangguhan perusahaan selama lebih dari lima dekade ini bersumber dari kapabilitas adaptif dalam merespons perubahan zaman serta menjawab setiap tantangan industri.

Kompetensi inilah yang menjadi modal fundamental bagi perusahaan untuk senantiasa mengawal swasembada pangan nasional sekaligus mendorong kemajuan sektor pertanian Indonesia.

"Di tengah dinamika geopolitik, perubahan iklim, serta fluktuasi harga energi dan bahan baku yang masih membayangi industri pupuk, Petrokimia Gresik terus memperkuat fondasi perusahaan agar mampu tumbuh secara berkelanjutan, meningkatkan daya saing, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi pertanian Indonesia. Kinerja positif hari ini harus menjadi pijakan untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan dan memberikan nilai yang semakin besar di masa depan," ujar Daconi Khotob.

Daconi memaparkan lebih lanjut bahwa manifestasi dari semangat Growing The Future diwujudkan melalui serangkaian manuver strategis.

Langkah-langkah tersebut mencakup penguatan fleksibilitas fasilitas produksi, peningkatan keandalan infrastruktur pasokan bahan baku, jaminan ketersediaan energi jangka panjang, hingga akselerasi transformasi menuju ekosistem industri yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Baca Juga: Daycare Petrokimia Gresik Diapresiasi Menteri PPPA: Hadir untuk Anak Karyawan dan Masyarakat

Salah satu terobosan teknis yang krusial adalah modifikasi Pabrik Fosfat I menjadi Pabrik Phonska V dengan mengadopsi teknologi Flex-Phos. Inovasi teknologi ini memberikan keunggulan fleksibilitas yang sangat tinggi, di mana satu fasilitas produksi mampu memproduksi komoditas NPK Phonska, NPK Solid Granulation, maupun pupuk fosfat secara bergantian sesuai dengan dinamika kebutuhan pasar.

Langkah transformatif ini dirancang demi memperkuat stabilitas serta ketahanan industri pupuk nasional.

Untuk memperkuat pasokan bahan baku utama, Petrokimia Gresik melakukan investasi strategis dengan membangun dua tangki asam sulfat baru berkapasitas total 40.000 ton.

Setelah mega proyek infrastruktur ini rampung, total kapasitas penyimpanan (storage) asam sulfat yang dimiliki perusahaan akan melesat hingga mencapai angka 100.000 ton.

Tidak hanya berfokus pada lini produksi, penguatan infrastruktur logistik juga menjadi prioritas utama. Petrokimia Gresik saat ini tengah mengoptimalkan pembangunan Dermaga A yang dirancang untuk dapat melayani kapal berkapasitas besar hingga 60.000 Deadweight Tonnage (DWT).

Melalui kapasitas bongkar muat yang ditargetkan mencapai 4 juta ton per tahun, infrastruktur baru ini diproyeksikan mampu memperlancar arus distribusi logistik korporasi sekaligus menjaga Berth Occupancy Ratio (BOR) atau tingkat okupansi dermaga pada level efisiensi yang optimal.

Dari sisi ketahanan energi, keandalan operasional perusahaan diperkokoh melalui kemitraan strategis penyediaan gas bumi bersumber dari Lapangan MDA-MBH di Selat Madura dan Wilayah Kerja Ketapang di Perairan Utara Pulau Madura.

Sinergi ini berpotensi menambah pasokan gas korporasi sekitar 30–35 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Pasokan energi yang aman dan stabil ini diproyeksikan mampu menopang seluruh aktivitas operasional pabrik Petrokimia Gresik secara berkelanjutan hingga tahun 2035.

Baca Juga: Teken Kerja Sama dengan PT Petrokimia Gresik, Bank Jatim Dukung Proyek Phonska V

"Transformasi bagi kami bukan hanya tentang bagaimana perusahaan menjadi lebih besar, tetapi bagaimana Petrokimia Gresik semakin adaptif, efisien, dan tangguh dalam menjawab kebutuhan masa depan. Karena itu, kami terus memperkuat kemampuan produksi, keandalan pasokan bahan baku dan energi, serta melakukan transformasi industri agar perusahaan tetap berkelanjutan dan mampu memberikan manfaat yang semakin besar bagi pertanian Indonesia," jelas Daconi secara rinci.

Akselerasi fondasi bisnis korporasi tersebut senantiasa berjalan selaras dengan komitmen teguh perusahaan terhadap aspek keberlanjutan lingkungan. Buktinya, pada tahun 2025, Petrokimia Gresik secara resmi ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia sebagai proyek percontohan (pilot project) implementasi teknologi Carbon Capture and Utilization (CCU).

Program strategis ini menjadi bagian terintegrasi dari peta jalan (roadmap) dekarbonisasi perusahaan untuk periode jangka menengah 2025–2030.

Menurut Daconi, pertumbuhan bisnis korporasi wajib berjalan beriringan dengan kelestarian lingkungan serta kemampuannya dalam mentransfer kebermanfaatan bagi masyarakat luas.

Baca Juga: Teken Kerja Sama dengan PT Petrokimia Gresik, Bank Jatim Dukung Proyek Phonska V

Oleh sebab itu, setiap lini transformasi yang diinisiasi tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya saing komersial semata, melainkan didedikasikan penuh untuk memperkuat kontribusi nyata bagi sektor pertanian, dunia industri, masyarakat, serta kedaulatan bangsa.

"Perjalanan 54 tahun menjadi modal berharga bagi kami untuk melangkah menuju masa depan. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis Petrokimia Gresik akan terus tumbuh, semakin berdaya saing, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian serta menjaga keberlanjutan swasembada pangan nasional," tutup Daconi optimis. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Growing the Future #transformasi hijau #petrokimia gresik #phonska v #swasembada pangan