Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Beras Membengkak Ditambah Jagung, Bulog Jatim Sewa 617 Gudang Baru

Mus Purmadani • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:27 WIB
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat mendampingi anggota DPR RI Ahmad Dhani meninjau salah satu gudang Bulog di Jawa Timur.
Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, saat mendampingi anggota DPR RI Ahmad Dhani meninjau salah satu gudang Bulog di Jawa Timur.

radarsurabayabisnis.id - Perum Bulog Kantor Wilayah Jawa Timur terus menambah kapasitas penyimpanan seiring melonjaknya serapan gabah, beras, dan jagung sepanjang 2026. Hingga awal Juli, Bulog Jatim telah menyewa 292 kompleks pergudangan atau setara 617 unit gudang untuk memastikan seluruh hasil panen petani dapat terserap secara optimal.

Penambahan gudang dilakukan karena stok pangan yang dikelola Bulog terus meningkat. Selain digunakan menyimpan beras, sebagian gudang juga difungsikan untuk menyimpan jagung yang akan disalurkan kepada peternak melalui Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Baca Juga: Stok Beras Jawa Timur Melimpah, Serapan Bulog Jatim Tembus 98,35 Persen

Pimpinan Wilayah Bulog Jawa Timur, Langgeng Wisnu Adinugroho, mengatakan kebutuhan ruang penyimpanan terus bertambah seiring meningkatnya volume pengadaan pangan di provinsi tersebut.

"Per hari ini sudah 292 kompleks pergudangan yang kami sewa. Kalau dihitung per unit, totalnya mencapai 617 gudang. Tidak semuanya berisi beras, sebagian juga digunakan untuk menyimpan jagung," ujar Langgeng kepada Radar Surabaya, Kamis (9/7).

Stok Beras Membengkak, Bulog Jatim Tambah Gudang

Langgeng menjelaskan, stok beras yang dikuasai Bulog Jawa Timur kini mencapai sekitar 1,3 juta ton, sementara kapasitas gudang milik Bulog hanya sekitar 1,1 juta ton.

Selisih kapasitas tersebut membuat Bulog harus terus menyewa gudang tambahan agar seluruh hasil panen petani dapat diserap sekaligus menjaga cadangan pangan nasional tetap aman hingga akhir tahun.

Dari sisi pengadaan, kinerja Bulog Jatim juga hampir mencapai target. Hingga 7 Juli 2026, realisasi serapan mencapai 875.167 ton setara beras atau 99,01 persen dari target 883.912 ton.

Baca Juga: Kembali Cetak Rekor, Stok Beras Bulog Tembus 5,18 Juta Ton, Aman hingga 2027

"Target tinggal sekitar 10 ribu ton lagi. Dengan serapan harian sekitar seribu ton, kami optimistis dalam dua pekan ke depan target sudah tercapai," kata Langgeng.

Meski musim tanam kedua diperkirakan tidak sebesar musim panen pertama, Bulog optimistis serapan masih bertambah. Panen di sejumlah daerah seperti Lamongan dan Ngawi mulai berlangsung dengan kualitas gabah yang dinilai lebih baik karena curah hujan lebih rendah.

Jawa Timur Pasok Beras ke Papua hingga Sumatra

Sebagai salah satu lumbung pangan nasional, Jawa Timur terus memasok beras ke berbagai wilayah yang mengalami defisit produksi.

Beras hasil serapan petani di Jawa Timur secara rutin didistribusikan ke Papua, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan, hingga Sumatra.

Selain itu, Bulog juga menjalankan tiga skema penyaluran beras, yaitu bantuan pangan, Program SPHP, dan cadangan beras pemerintah untuk penanganan bencana.

Program bantuan pangan telah terealisasi 100 persen sesuai data penerima dari pemerintah. Sementara penyaluran melalui SPHP telah mencapai sekitar 84 ribu ton atau sekitar 85 persen dari target tahun ini.

Secara nasional, Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan volume penyaluran SPHP terbesar dan kini menempati peringkat ketiga berdasarkan persentase realisasi.

"SPHP sangat membantu menjaga stabilitas harga beras di Jawa Timur. Inflasi pangan saat ini lebih banyak dipengaruhi kenaikan harga cabai rawit, bukan beras," jelas Langgeng.

Bulog juga menyalurkan cadangan beras pemerintah untuk masyarakat terdampak bencana, termasuk di kawasan terdampak erupsi Gunung Semeru dan wilayah yang mengalami banjir seperti Kabupaten Lamongan.

Bulog Jatim Salurkan Jagung Terbesar di Indonesia

Tak hanya beras, Bulog Jatim juga mendapat alokasi penyaluran sekitar 122 ribu ton jagung hingga Desember 2026. Jumlah tersebut menjadi yang terbesar di Indonesia.

Hingga kini, realisasi penyaluran telah mencapai sekitar 28 persen.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Bulog Jatim akan mendatangkan pasokan jagung dari sejumlah sentra produksi nasional seperti Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Gorontalo agar pasokan bagi peternak tetap terjaga hingga akhir tahun.

Secara nasional, pemerintah menargetkan Bulog menyerap 4 juta ton beras sepanjang 2026. Hingga awal Juli, realisasinya telah melampaui 3,2 juta ton atau lebih dari 80 persen target.

Stok beras nasional yang dikelola Bulog bahkan telah menembus sekitar 5 juta ton, menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah. Kondisi tersebut mendorong pemerintah terus memperluas kapasitas pergudangan di berbagai daerah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

Editor : Hany Akasah
#stok beras #beras bulog #Bulog Jatim #gudang bulog