RADAR SURABAYA BISNIS - Tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri bersama Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dolar Amerika Serikat, 14.083.800 dolar Singapura, serta uang tunai Rp100 juta dari sebuah rumah di Perumahan Golf Hijau, Sentul City, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Penggeledahan yang berlangsung Rabu malam hingga Kamis dini hari (9/7) ini merupakan bagian dari penyidikan tiga kasus korupsi yang melibatkan PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel
Kepala Kortas Tipidkor Polri, Irjen Pol Totok Suharyanto, mengungkapkan penyidik menemukan sebuah brankas terkunci di rumah tersebut yang berisi tujuh koper. Dari keterangan Totok, estimasi total nilai barang bukti yang ditemukan mencapai Rp476 miliar.
Proses penggeledahan sendiri berlangsung dramatis. Polisi membuka salah satu dinding bermotif kayu warna cokelat yang semula terlihat seperti tembok biasa, namun ternyata menyembunyikan pintu brankas besar berwarna putih. Selain emas dan uang tunai, di dalam koper juga ditemukan sejumlah tas mewah dengan logo Louis Vuitton yang turut menyimpan tumpukan uang.
Penggeledahan di Sentul ini merupakan kelanjutan dari penggeledahan sebelumnya di sebuah kafe di Cipete, Jakarta Selatan, tempat polisi juga menemukan brankas berisi uang asing senilai sekitar Rp60 miliar.
Direktur Reskrimsus Polda Metro Jaya, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menjelaskan penggeledahan terkait dua laporan polisi soal dugaan korupsi, pencucian uang, dan suap dalam penanganan perkara ASABRI serta Asuransi Jiwasraya periode 2020-2025, juga terkait penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak perusahaan BUMN Krakatau Steel.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pengusutan kasus dugaan korupsi di PLN, ASABRI, dan Krakatau Steel ini menjadi atensi langsung Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut rangkaian penggeledahan merupakan upaya mengumpulkan alat bukti terkait dugaan korupsi pengadaan batu bara PLN yang sempat memicu pemadaman listrik massal di Sumatera, serta kasus ASABRI dan Krakatau Steel.
Hingga berita ini ditulis, polisi belum mengungkap identitas resmi pemilik rumah yang digeledah, dengan alasan penyidik masih melakukan pendalaman untuk memastikan keterkaitan barang bukti dengan perkara yang diusut.
Sejumlah pihak menduga rumah tersebut terkait dengan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, namun dugaan ini belum dikonfirmasi resmi oleh kepolisian. (yas/han)
Editor : Hany Akasah