radarsurabayabisnis.id - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melepas ekspor sebanyak 405 ton produk ikan kaleng produksi PT Pacific Harvest Indonesia di Banyuwangi ke sejumlah negara. Pengiriman tersebut menjadi sinyal kuat bahwa produk olahan perikanan Jawa Timur semakin diminati pasar internasional di tengah meningkatnya permintaan pangan siap saji dunia.
Ekspor yang dilepas pada Minggu (6/7) itu terdiri atas produk sarden, makarel, dan tuna yang dikirim menggunakan 15 full container load (FCL) dengan kapasitas sekitar 27 ton per kontainer.
Baca Juga: Kunjungan Turis Lokal Tembus 523 Juta, Tiga Provinsi di Jawa Jadi Primadona
Prosesi pelepasan ekspor ditandai dengan pemecahan kendi sebagai simbol dimulainya pengiriman produk ke berbagai negara tujuan.
Dari total 15 kontainer, enam kontainer dikirim ke Tanzania, dua kontainer menuju Uni Emirat Arab (UEA), satu kontainer ke Albania, tiga kontainer menuju Pelabuhan Dar es Salaam di Tanzania, masing-masing satu kontainer ke Beirut, Lebanon, dan Sihanoukville, Kamboja. Dua kontainer lainnya dikirim ke negara tujuan sesuai kontrak dagang perusahaan.
Permintaan Ikan Kaleng Dunia Terus Naik
Khofifah mengatakan kondisi geopolitik global justru mendorong meningkatnya kebutuhan terhadap produk pangan siap saji, termasuk ikan kaleng. Situasi tersebut menjadi peluang besar bagi industri pengolahan hasil perikanan Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.
Baca Juga: Inflasi Jawa Timur Naik 3,36 Persen, Sumenep Tertinggi, Tulungagung Terendah
"Ketika berbagai negara mengalami konflik, kebutuhan terhadap ikan siap saji justru meningkat. Tantangan itu menjadi peluang besar bagi Pacific Harvest Indonesia," ujarnya.
Menurut Khofifah, meningkatnya ekspor ini menunjukkan daya saing industri pengolahan perikanan Jawa Timur terus menguat sekaligus membuktikan kepercayaan pasar internasional terhadap kualitas produk Indonesia masih terjaga.
Ia berharap jumlah negara tujuan maupun volume ekspor terus bertambah sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Banyuwangi dan Jawa Timur.
Industri Kaleng Baru Perkuat Hilirisasi
Selain melepas ekspor, Khofifah juga meresmikan PT Sunrise Masami International yang bergerak di bidang industri kemasan kaleng.
Menurutnya, kehadiran pabrik tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat hilirisasi industri perikanan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kemasan kaleng impor yang selama ini masih digunakan sejumlah industri pengolahan ikan.
"Alhamdulillah hari ini kita juga meresmikan Sunrise Masami International. Ternyata masih banyak industri yang menggunakan kemasan kaleng impor, termasuk Pacific Harvest Indonesia. Kini industri substitusi impor mulai beroperasi di Banyuwangi," katanya.
Keberadaan industri kemasan tersebut dinilai akan memperkuat rantai pasok industri pengolahan ikan, meningkatkan efisiensi produksi, sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di Banyuwangi.
Dorong Nilai Tambah dan Ekspor Perikanan
Khofifah menilai pembangunan industri pengolahan dan kemasan di daerah akan meningkatkan nilai tambah hasil perikanan, mulai dari proses penangkapan, pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran ke pasar internasional.
Menurutnya, setiap investasi yang masuk akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Ia berharap kapasitas produksi industri kemasan di Banyuwangi terus meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan industri dalam negeri yang selama ini masih bergantung pada produk impor.
Dengan semakin kuatnya industri hulu hingga hilir, Jawa Timur diyakini memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan ekspor produk olahan perikanan sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.
Editor : Hany Akasah