Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Dukung Swasembada Pangan, Petrokimia Gresik Cetak Agen Perubahan dan Pendamping Petani Lewat Taruna Makmur

Riri Masfardian • Sabtu, 4 Juli 2026 | 08:43 WIB
AGEN PERUBAHAN : Para Taruna Makmur dari berbagai kampus pertanian bertugas mendampingi petani, mengenalkan inovasi teknologi, dan mengawal pemupukan berimbang melalui Program Agrosolution. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)
AGEN PERUBAHAN : Para Taruna Makmur dari berbagai kampus pertanian bertugas mendampingi petani, mengenalkan inovasi teknologi, dan mengawal pemupukan berimbang melalui Program Agrosolution. (IST/ RADAR SURABAYA BISNIS)

RADAR SURABAYA BISNIS - Petrokimia Gresik melepas 50 mahasiswa dalam program "Wirakarya Taruna Makmur Batch IX" untuk menjalani magang lapangan selama 6 bulan di berbagai daerah.

Program yang telah mencetak 423 alumni sejak tahun 2022 ini bertujuan untuk menyiapkan agronomis muda sekaligus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pertanian.

Saat pelepasan berlangsung, Direktur Keuangan dan Umum Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menegaskan bahwa penguatan kualitas SDM tersebut merupakan salah satu faktor krusial demi mendukung produktivitas dan mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.

"Keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan sarana produksi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Melalui Taruna Makmur, kami ingin menyiapkan generasi muda yang memiliki kompetensi agronomi, kemampuan komunikasi, dan pengalaman lapangan sehingga mampu menjadi pendamping petani sekaligus agen perubahan di sektor pertanian," ujar Adit, sapaan akrab Adityo Wibowo.

Baca Juga: Daycare Petrokimia Gresik Diapresiasi Menteri PPPA: Hadir untuk Anak Karyawan dan Masyarakat

Sebagai program magang lapangan, Taruna Makmur diikuti oleh mahasiswa aktif dari berbagai institusi, seperti Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Bogor, Medan, Gowa, Yoma, serta Politeknik LPP Yogyakarta.

Program ini dirancang khusus untuk memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam mendampingi petani, mengawal budidaya pertanian, serta memperkenalkan berbagai inovasi dan solusi pertanian terkini di lapangan.

Sebelum diterjunkan ke wilayah penugasan, para peserta telah dibekali dengan materi budidaya pertanian berkelanjutan, teknik komunikasi efektif, pengembangan personal branding, hingga pemanfaatan teknologi pertanian modern guna meningkatkan kapasitas profesional mereka.

Selama masa penugasan, para Taruna Makmur akan menyokong penuh pelaksanaan Program Agrosolution Petrokimia Gresik.

Tugas mereka meliputi sosialisasi program kepada petani dan pemangku kepentingan, mengawal penerapan pemupukan berimbang, melakukan pendampingan budidaya, membantu koordinasi antar-stakeholder, serta mengawal pelaksanaan demplot dan administrasi program.

Lebih lanjut, Adit menambahkan bahwa sektor pertanian memiliki peran yang sangat strategis bagi ketahanan pangan nasional, kesejahteraan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi. Namun, tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah regenerasi petani. Oleh karena itu, program ini hadir sebagai bagian dari upaya Petrokimia Gresik untuk memperkuat regenerasi tersebut.

Baca Juga: Panen Raya Melon di Tuban: Inovasi Petrokimia Gresik Dongkrak Produktivitas Hingga 20 Ton per Hektare

"Karena itulah kolaborasi menjadi kunci. Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, petani, dan pelaku usaha harus terus diperkuat agar kita mampu membangun ekosistem pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan," tandasnya.

Pada Batch IX ini, sebanyak 50 Taruna Makmur akan ditempatkan di berbagai wilayah kerja Petrokimia Gresik yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali. Para peserta berasal dari beragam program studi yang relevan, mulai dari penyuluhan pertanian berkelanjutan, agribisnis, hortikultura, teknologi benih, hingga pengelolaan perkebunan.

Melalui program ini, Petrokimia Gresik berharap dapat melahirkan agronomis muda yang profesional, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap kemajuan sektor pertanian nasional. Kehadiran Taruna Makmur diharapkan turut mendukung peningkatan produktivitas pertanian dan memperkuat upaya pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

"Mereka akan menjadi perpanjangan tangan perusahaan dalam mendampingi petani, mempercepat adopsi praktik budidaya yang baik, sekaligus mendukung implementasi Program Agrosolution yang berorientasi pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani," tambah Adit.

Baca Juga: Modernisasi Kilang Balikpapan: Tak Hanya BBM, Kini Mampu Produksi Petrokimia dengan Standar Euro 5

Apresiasi juga datang dari pihak peserta. Olivian Rizky, salah satu Taruna Makmur yang diberangkatkan dalam Batch IX ini, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Petrokimia Gresik karena telah menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk belajar dan terjun langsung ke masyarakat demi membangun pertanian Indonesia yang lebih baik.

"Semoga program ini bisa memberikan manfaat besar bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu dan memberikan aksi nyata bagi pertanian, sehingga bermanfaat bagi produktivitas pertanian," ujarnya singkat. (rir/han)

Editor : Hany Akasah
#Taruna Makmur #agrosolution #petrokimia gresik #petani muda #swasembada pangan