RADAR SURABAYA BISNIS – WhatsApp baru-baru ini meluncurkan fitur username atau nama pengguna, sebuah langkah transformatif yang memungkinkan pengguna berinteraksi tanpa harus membagikan nomor telepon pribadi.
Bagi pelaku bisnis, pembaruan ini bukan sekadar tentang privasi, melainkan strategi inovatif dalam membangun identitas merek yang kuat dan meningkatkan kepercayaan pelanggan di ekosistem digital.
Baca Juga: Siap Bertugas, 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih Mulai Ngantor Agustus Sesuai Domisili
Membangun Identitas Brand yang Lebih Kuat
Berbeda dengan fitur untuk pengguna individu, akun WhatsApp Business kini dapat memanfaatkan fitur username untuk meningkatkan visibilitas merek, alih-alih menyembunyikan nomor telepon sepenuhnya.
Penggunaan handle unik seperti @NamaBisnisAnda dinilai mampu memperkuat kehadiran brand dan memudahkan konsumen menemukan bisnis secara lebih praktis.
Selain itu, Meta memberikan kemudahan bagi kreator, usaha kecil, dan organisasi dengan opsi untuk mengklaim nama pengguna Instagram atau Facebook mereka agar terintegrasi dengan WhatsApp. Hal ini memastikan konsistensi identitas merek melintasi berbagai platform Meta.
Baca Juga: Inflasi Jawa Timur Naik 3,36 Persen, Sumenep Tertinggi, Tulungagung Terendah
Inovasi BSUID untuk Manajemen Pelanggan
Salah satu tantangan utama bisnis ketika pelanggan menyembunyikan nomor teleponnya adalah proses identifikasi dan manajemen kontak. Untuk mengatasi hal ini, Meta memperkenalkan teknologi Business-Scoped User ID (BSUID).
BSUID bertindak sebagai ID identitas pribadi pelanggan yang unik secara khusus untuk hubungan dengan suatu bisnis. Melalui sistem ini, otomatisasi bisnis dan riwayat percakapan akan tetap utuh serta dapat dikenali, baik saat pelanggan membagikan nomor teleponnya maupun hanya menggunakan username.
Baca Juga: RUU PFII Dibahas, Indonesia Segera Miliki Pusat Keuangan Kelas Dunia
Privasi yang Mendorong Kepercayaan Konsumen
Keamanan data pribadi kini menjadi prioritas utama konsumen modern. Berdasarkan riset terbaru, 75% konsumen menolak bertransaksi dengan bisnis yang tidak mereka percayai dalam hal pengelolaan data. Lebih lanjut, 48% pelanggan mengaku pernah meninggalkan suatu brand karena kekhawatiran terkait privasi.
Kehadiran opsi username menekan hambatan interaksi awal (friction), sehingga pelanggan yang peduli privasi merasa jauh lebih aman untuk memulai percakapan tanpa tekanan harus menyerahkan nomor telepon.
Rasa percaya ini pada akhirnya berpotensi menghasilkan tingkat konversi dan interaksi pemasaran yang lebih baik dari sebelumnya.
Baca Juga: Koperasi Bakal Masuk Industri Sawit, Petani Kelola Pabrik CPO hingga Produksi Minyak Goreng
Editor : Hany Akasah