radarsurabayabisnis.id - Operasional penyelenggaraan ibadah haji 2026 resmi berakhir. Seluruh jemaah telah kembali ke Tanah Air, meski masih terdapat 19 jemaah yang menjalani perawatan medis, baik di Arab Saudi maupun di Indonesia.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Surabaya, Rosidi Roslan, mengatakan kondisi kesehatan jemaah haji tahun ini menunjukkan perbaikan dibandingkan musim haji sebelumnya.
Hal tersebut terlihat dari penurunan angka kematian jemaah sekitar 20,6 persen dibandingkan penyelenggaraan haji 2025.
"Tahun lalu tercatat sekitar 107 jemaah meninggal dunia, sedangkan tahun ini turun menjadi sekitar 85 orang," ujar Rosidi, Jumat (3/7).
Baca Juga: Keajaiban di Tanah Suci, Divonis Stroke, Jemaah Haji Asal Lamongan Sembuh, Dapat Amalan dari Kiai
Sebanyak 19 Jemaah Masih Menjalani Perawatan
Dari total jemaah yang masih dirawat, sebanyak 16 orang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi, sedangkan tiga lainnya dirawat di Rumah Sakit Haji Surabaya.
Rosidi menjelaskan, jemaah yang masih dirawat di Arab Saudi didominasi penderita gangguan saluran pernapasan dan penyakit jantung.
Rinciannya, tujuh orang mengalami gangguan saluran pernapasan, enam orang menderita penyakit jantung, sedangkan tiga lainnya menjalani perawatan akibat penyakit lain.
Baca Juga: Masa Tunggu Haji Turun Jadi 26 Tahun, Presiden Prabowo Minta Dipercepat Lagi
Sementara itu, di dalam negeri sebelumnya terdapat lebih dari sepuluh jemaah yang dirujuk ke rumah sakit, namun sebagian besar telah pulih dan diperbolehkan kembali ke daerah asal.
Jemaah Lansia Masih Jadi Kelompok Paling Rentan
Menurut Rosidi, mayoritas jemaah yang mengalami gangguan kesehatan merupakan kelompok lanjut usia dengan rata-rata usia di atas 65 tahun.
Aktivitas ibadah yang padat, cuaca ekstrem, serta perjalanan panjang menjadi faktor yang memperberat kondisi kesehatan, terutama bagi jemaah yang memiliki penyakit penyerta.
Keluhan kesehatan terbanyak selama penyelenggaraan haji tahun ini berkaitan dengan gangguan saluran pernapasan dan penyakit jantung.
Meski demikian, hingga operasional haji berakhir belum ditemukan kasus heatstroke pada jemaah asal Embarkasi Surabaya.
Pemeriksaan Kesehatan Akan Diperketat
BBKK Surabaya bersama penyelenggara haji telah melakukan evaluasi guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan pada musim haji mendatang.
Salah satu langkah yang akan diperkuat adalah penerapan syarat kemampuan kesehatan atau istithaah melalui pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat sejak di daerah asal.
Selain itu, edukasi mengenai pola hidup sehat dan persiapan fisik calon jemaah juga akan ditingkatkan.
Rosidi menilai penurunan angka kematian ini menjadi capaian positif karena jumlah jemaah yang diberangkatkan tahun ini justru meningkat.
Pada musim haji 2026, Embarkasi Surabaya memberangkatkan 116 kelompok terbang (kloter), meningkat dibandingkan 88 kloter pada tahun sebelumnya.
"Kami berharap angka kematian dapat terus ditekan. Setiap penyelenggaraan haji menjadi bahan evaluasi agar pelayanan kesehatan bagi jemaah semakin baik pada tahun-tahun mendatang," pungkasnya.
Editor : Hany Akasah