Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Koperasi Bakal Masuk Industri Sawit, Petani Kelola Pabrik CPO hingga Produksi Minyak Goreng

Hany Akasah • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:42 WIB
Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.
Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah mulai mendorong koperasi tidak lagi hanya berperan sebagai pengelola kebun, tetapi juga menjadi pelaku utama dalam industri kelapa sawit nasional.

Langkah tersebut diwujudkan melalui kemitraan antara Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan PT Agrinas Palma Nusantara yang mencakup pembangunan pabrik crude palm oil (CPO) milik koperasi hingga pengembangan industri hilir.

Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mengatakan kebijakan tersebut merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat posisi tawar petani sawit melalui kelembagaan koperasi, baik di sektor hulu maupun hilir.

Koperasi Jadi Mitra Plasma Agrinas

Dalam skema yang disiapkan pemerintah, PT Agrinas Palma Nusantara akan bertindak sebagai perusahaan inti, sementara koperasi berperan sebagai mitra plasma.

Baca Juga: 530 Koperasi Merah Putih Sudah Buka di Jatim, 3.000 Unit Rampung, Ribuan Lagi Menyusul

Sekitar 20 persen lahan produktif akan dikelola oleh koperasi sehingga petani dapat memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari industri sawit.

"Menjadi ironi ketika petani memiliki kebun sawit, tetapi masih kesulitan memperoleh minyak goreng. Karena itu, koperasi harus menjadi instrumen untuk menciptakan tata niaga sawit yang lebih adil. Pemerintah akan mendampingi koperasi agar profesional dan mandiri," kata Ferry, Jumat (3/7).

Pabrik CPO Koperasi Pertama Dibangun di Sumatera Selatan

Sebagai tahap awal, Kementerian Koperasi akan meresmikan pabrik CPO milik koperasi di Musi Banyuasin pada akhir Juli atau awal Agustus 2026.

Baca Juga: DJP Ungkap Potensi Kebocoran Pajak dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Menurut Ferry, keberadaan pabrik tersebut menjadi tonggak penting keterlibatan koperasi dalam rantai industri sawit nasional.

Koperasi diharapkan tidak hanya menjual tandan buah segar (TBS), tetapi juga mampu mengolahnya menjadi CPO hingga menghasilkan produk turunan seperti minyak goreng dan minyak makan merah yang dipasarkan melalui koperasi desa.

Agrinas Siapkan 250 Ribu Hektare Kebun Plasma untuk Koperasi

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Muhammad Abdul Ghani, mengatakan perusahaan mendapat penugasan mengelola lahan sawit seluas 850 ribu hektare yang ditargetkan meningkat menjadi 1,25 juta hektare.

Dari total luasan tersebut, sekitar 250 ribu hektare akan dialokasikan sebagai kebun plasma yang dikelola sekitar 250 koperasi.

Selain itu, Agrinas juga mengidentifikasi lebih dari 120 ribu hektare kebun sawit rakyat yang belum memiliki kelembagaan formal untuk kemudian dihimpun ke dalam koperasi.

Agrinas Gandeng Koperasi untuk Kedelai, Jagung, dan Singkong

Kerja sama kedua pihak tidak hanya terbatas pada sektor sawit, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai komoditas strategis untuk mendukung swasembada pangan dan energi nasional.

Agrinas menargetkan penanaman 400 ribu hektare kedelai, 250 ribu hektare jagung, serta 300 ribu hektare singkong sebagai bahan baku produksi etanol.

"Tahun ini kami akan memulai proyek percontohan penanaman seluas 1.500 hektare bersama koperasi di Sumatera Utara. Seluruh lini bisnis Agrinas akan dikembangkan melalui kemitraan dengan koperasi," ujar Abdul Ghani.

Editor : Hany Akasah
#produk CPO #pt agrinas #menteri koperasi #petani sawit #koperasi