radarsurabayabisnis.id - Perum Bulog mencatatkan stok beras nasional tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai 5,18 juta ton per 2 Juli 2026. Cadangan beras dalam jumlah besar tersebut dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah tingginya kebutuhan masyarakat.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengatakan seluruh stok beras tersebut tersimpan di sejumlah gudang Bulog yang memiliki kapasitas total mencapai 6,36 juta ton.
Baca Juga: Gudang Bulog Simpan 5 Juta Ton Beras, Pemerintah Jamin Harga Pangan Stabil
Dengan demikian, Bulog masih memiliki ruang penyimpanan sekitar 1,18 juta ton untuk menampung tambahan hasil serapan dari petani.
"Stok beras tertinggi ini tercatat per 2 Juli 2026," ujar Rizal saat meresmikan gudang pangan Bulog di Kompleks Pergudangan Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Selatan di Banjarbaru, Jumat (3/7).
Bulog Sudah Serap 3,26 Juta Ton Beras dari Petani
Hingga awal Juli 2026, Bulog telah menyerap 3,26 juta ton beras atau sekitar 81,65 persen dari target pengadaan nasional tahun ini yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.
Capaian tersebut menunjukkan tingginya serapan hasil panen petani sekaligus memperkuat posisi cadangan beras pemerintah untuk menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Stok Beras Bulog Tembus 5,19 Juta Ton, Komitmen Prioritaskan Gabah Petani terbukti
Di sisi lain, Bulog juga terus menyalurkan beras ke masyarakat melalui berbagai program pemerintah.
Penyaluran melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga saat ini telah mencapai 408 ribu ton.
Sementara itu, realisasi bantuan pangan telah mencapai 662.886 ton atau sekitar 99 persen dari target yang ditetapkan pemerintah.
Bantuan tersebut telah disalurkan kepada sekitar 33,14 juta penerima manfaat di berbagai daerah di Indonesia.
Stok Beras Kalimantan Selatan Aman hingga 2027
Rizal juga mengapresiasi kinerja Bulog Kalimantan Selatan yang dinilai berhasil menjaga keseimbangan antara penyerapan hasil panen petani dan penyaluran cadangan pangan kepada masyarakat.
Saat ini stok beras di Kalimantan Selatan mencapai 22.317 ton dan diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga pertengahan 2027.
Di wilayah tersebut, Bulog telah menyerap 8.948 ton beras dan 123 ton jagung dari petani lokal.
Selain itu, realisasi penyaluran beras SPHP di Kalimantan Selatan telah mencapai 8.428 ton atau sekitar 74,81 persen dari total penugasan pemerintah.
DPR Ingatkan Beras Tidak Disimpan Terlalu Lama
Peresmian gudang pangan baru berkapasitas 3.500 ton tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang akrab disapa Titiek Soeharto.
Dalam kesempatan tersebut, Titiek mengingatkan pentingnya menjaga kualitas stok pangan dengan memastikan kondisi gudang tetap bersih, aman, dan memenuhi standar penyimpanan.
Ia juga menegaskan agar stok beras tidak disimpan terlalu lama agar kualitasnya tetap terjaga.
"Stok pangan sebaiknya tidak disimpan lebih dari empat bulan. Penyaluran harus terus dipercepat agar perputaran stok berjalan lancar dan gudang dapat diisi kembali dengan hasil serapan baru," ujarnya.
Editor : Hany Akasah