Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

530 Koperasi Merah Putih Sudah Buka di Jatim, 3.000 Unit Rampung, Ribuan Lagi Menyusul

Mus Purmadani • Jumat, 3 Juli 2026 | 06:45 WIB
Sebanyak 530 KDKMP yang telah beroperasi saat ini tersebar di delapan kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Sebanyak 530 KDKMP yang telah beroperasi saat ini tersebar di delapan kabupaten dan kota di Jawa Timur.

radarsurabayabisnis.id - Sebanyak 530 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah beroperasi di Jawa Timur. Sementara itu, sekitar 5.600 koperasi lainnya masih dalam proses pembangunan dan persiapan operasional.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Jawa Timur, Endy Alim Abdi Nusa, mengatakan dari ribuan koperasi yang sedang dipersiapkan tersebut, sekitar 2.500 hingga 3.000 unit telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

"Untuk yang sudah 100 persen kisarannya sekitar 2.500 sampai 3.000 koperasi," ujarnya, Kamis (2/7).

Sebanyak 530 KDKMP yang telah beroperasi saat ini tersebar di delapan kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Baca Juga: 35.476 Calon Manajer Kopdes Merah Putih Wajib Ikut Latihan Militer, Ini Tujuannya

Fokus pada Kesiapan Operasional

Menurut Endy, fokus pemerintah saat ini bukan hanya mempercepat pembentukan koperasi baru, tetapi memastikan koperasi yang telah diresmikan benar-benar siap melayani masyarakat sesuai standar operasional yang ditetapkan.

"Kami sedang melakukan pengecekan terhadap koperasi yang kemarin sudah diresmikan. Ada beberapa yang masih dalam tahap penyempurnaan, seperti memasukkan barang ke dalam sistem, pembersihan lokasi, pemasangan air PDAM, dan sebagainya. Tetapi rata-rata semuanya sudah beroperasi," katanya.

Pengecekan tersebut mencakup pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari jam pelayanan, kesiapan petugas, hingga kelengkapan sarana dan prasarana di masing-masing koperasi.

Baca Juga: DJP Ungkap Potensi Kebocoran Pajak dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih

Penjualan Masih Didominasi Sembako

Pemprov Jawa Timur juga berharap dukungan pasokan barang dari PT Agrinas terus diperkuat agar kebutuhan koperasi dapat terpenuhi secara optimal.

Saat ini, omzet KDKMP masih didominasi penjualan kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, minyak goreng, gula, dan LPG.

"Omzet KDKMP saat ini memang lebih banyak berasal dari barang-barang sembako seperti beras, minyak goreng, gula, dan LPG," ujar Endy.

Selain sembako, koperasi juga menyediakan berbagai kebutuhan sehari-hari seperti mi instan, susu, hingga aneka makanan ringan dengan harga yang kompetitif dibandingkan toko ritel di sekitarnya.

Keuntungan Kembali ke Warga

Meski sebagian besar koperasi telah beroperasi, banyak di antaranya yang masih belum memiliki manajer definitif. Para calon manajer saat ini masih mengikuti pelatihan sebelum ditempatkan di masing-masing KDKMP.

Endy menegaskan KDKMP tidak dibentuk untuk bersaing dengan ritel modern, melainkan sebagai instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

"Bukan menyaingi ritel modern. Kalau masyarakat belanja di ritel modern, keuntungan akan kembali kepada investor. Tetapi kalau belanja di KDKMP, keuntungan itu akan kembali kepada warga karena koperasi ini milik mereka sendiri," tegasnya.

Editor : Hany Akasah
#KMP jatim #Koperasi Merah Putih #Koperasi Desa #Koperasi Desa Merah Putih