Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kemenkop Genjot Peran Kopontren, Proyeksikan Jadi Motor Penggerak Ekonomi Umat

Hany Akasah • Rabu, 1 Juli 2026 | 13:10 WIB
Menkop Ferry Juliantono beri sambutan di Sarasehan Nasional MPDI di Malang, Sabtu (27/6).
Menkop Ferry Juliantono beri sambutan di Sarasehan Nasional MPDI di Malang, Sabtu (27/6).

RADAR SURABAYA BISNIS — Kementerian Koperasi (Kemenkop) menargetkan Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) sebagai pilar kekuatan ekonomi baru di Indonesia. 

Hal ini didukung oleh tren pertumbuhan yang pesat, di mana hingga akhir Desember 2025 tercatat 763 Kopontren memiliki total volume usaha mencapai Rp3,5 triliun dengan 156 ribu anggota.

Menteri Koperasi (Menkop), Ferry Juliantono, menyoroti besarnya skala bisnis di sektor ini. Ia mengungkapkan bahwa beberapa Kopontren saat ini bahkan sudah berhasil membukukan nilai aset hingga lebih dari Rp1 triliun.

Baca Juga: Rupiah Bergerak Fluktuatif, Sentuh Kisaran Rp 17.955 per Dolar AS pada Awal Juli 2026

"Saya meyakini di tahun-tahun mendatang aset dan volume usaha Koperasi Pesantren akan lebih besar lagi. Insyaallah Koperasi Pesantren di masa mendatang akan menjadi kekuatan ekonomi baru di negara ini," ujar Ferry dalam sambutannya pada acara Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Ponpes Daarul Ukhuwah, Malang, Sabtu (27/6).

Sebagai langkah transformasi ekonomi, pemerintah akan menyinergikan Kopontren dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). 

Jaringan KDKMP akan difungsikan sebagai mitra distribusi utama untuk menyerap dan memasarkan produk-produk unggulan UMKM hasil binaan pesantren.

Baca Juga: Delapan Dekade Polri Mengabdi, Hari Bhayangkara ke-80 Suguhkan Filosofi Logo Baru dan Teknologi Anak Bangsa

Ferry menegaskan bahwa produk-produk dari pesantren akan mendapat tempat prioritas di dalam gerai KDKMP. Transformasi ini juga diperkuat dengan dukungan Kemenkop dan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) terhadap peluncuran koperasi sekunder MPDI, yang dirancang untuk memperkuat permodalan dan membina koperasi-koperasi primer di bawahnya.

Ketua Umum MPDI, Ayi Abdul Rosyid, menyatakan bahwa peluncuran koperasi sekunder ini bertujuan untuk membangun kemandirian finansial umat secara bergotong royong dari Sabang sampai Merauke. 

"Koperasi ini kami harapkan menjadi wadah yang menghubungkan kekuatan pesantren... dengan semangat ta'awun dan pemberdayaan ekonomi umat," jelasnya.

Baca Juga: Temuan Riset di Jawa Timur, Warga Sering Nongkrong dan Ngopi, Konsumsi Gula Tak Terbendung

Langkah strategis pengembangan bisnis pesantren ini turut mendapat dukungan penuh dari pemangku kepentingan yang hadir, di antaranya Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid serta Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, yang memandang sistem kekeluargaan pesantren sebagai fondasi kuat untuk keberhasilan ekonomi.

Editor : Hany Akasah
#kepontren #umat #ekonomi #umkm #kemenkop