radarsurabayabisnis.id - Perum Bulog bergerak cepat menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait produk MinyaKita yang diduga mengeluarkan aroma menyerupai solar di sejumlah wilayah penerima bantuan pangan di Jawa Tengah.
Keluhan tersebut dilaporkan muncul di Kabupaten Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri, sehingga Bulog langsung melakukan investigasi dan penarikan produk sebagai langkah perlindungan konsumen.
Direktur Utama Perum Bulog, Letjen TNI (Purn.) Ahmad Rizal Ramdhani, turun langsung melakukan inspeksi ke fasilitas produksi PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) pada Sabtu (27/6) untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar mutu dan keamanan pangan.
Baca Juga: Nekat Jual Minyakita di Atas HET Rp15.700 per Liter, Pengecer Bakal Diblacklist
Bulog Sidak Seluruh Proses Produksi
Dalam inspeksi mendadak tersebut, Ahmad Rizal meninjau seluruh tahapan produksi mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga penyimpanan produk jadi.
Pengecekan juga dilakukan terhadap kondisi fasilitas produksi guna memastikan penerapan standar higienitas dan kualitas pangan oleh produsen.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan produk MinyaKita yang disalurkan kepada masyarakat tetap aman, layak konsumsi, dan memenuhi seluruh persyaratan mutu yang berlaku.
miBaca Juga: 2.052 Keluarga di Sidoarjo Terima Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Ditemukan Indikasi Aroma Menyerupai Solar
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan dan laporan masyarakat, ditemukan indikasi bahwa sebagian produk MinyaKita produksi PT KMR mengeluarkan aroma menyerupai solar.
Menindaklanjuti temuan tersebut, Direktur Utama Bulog langsung menginstruksikan penarikan seluruh produk MinyaKita produksi PT KMR yang telah beredar di masyarakat.
Langkah ini diambil sebagai tindakan pencegahan sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
"Bulog tidak akan mentolerir produk yang tidak memenuhi standar mutu. Sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat, seluruh produk MinyaKita produksi PT KMR yang telah terdistribusi kami perintahkan untuk segera ditarik," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Sampel MinyaKita Diuji di Laboratorium
Selain penarikan produk, Bulog juga memerintahkan pengujian laboratorium terhadap sampel MinyaKita guna memastikan penyebab munculnya aroma tersebut secara ilmiah.
Hasil pengujian nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan langkah lanjutan dan tanggung jawab para pihak sesuai ketentuan yang berlaku.
"Selanjutnya dilakukan pengujian laboratorium agar penyebabnya dapat dipastikan secara ilmiah dan menjadi dasar langkah berikutnya," katanya.
Masyarakat Akan Mendapatkan Produk Pengganti
Bulog memastikan proses penarikan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi bersama produsen serta pihak terkait lainnya.
Masyarakat yang telah menerima MinyaKita produksi PT KMR tidak perlu khawatir karena Bulog akan menyediakan produk pengganti yang memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.
Dengan demikian, hak masyarakat sebagai penerima bantuan pangan tetap terlindungi.
Bulog Perketat Pengawasan Rantai Pasok
Kasus ini menjadi perhatian serius bagi Bulog dalam menjaga kualitas komoditas pangan yang disalurkan kepada masyarakat.
Ke depan, Bulog bersama mitra produsen akan memperkuat pengawasan di seluruh rantai pasok, mulai dari proses produksi hingga distribusi ke masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan agar seluruh produk pangan yang diterima masyarakat tetap aman, bermutu, dan layak dikonsumsi.
Editor : Hany Akasah