Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Melebihi Target, Sumur LLA-5 Hasilkan Hingga 1.200 Barel Minyak per Hari, 4 Kali Lipat dari Perkiraaan

Hany Akasah • Minggu, 28 Juni 2026 | 15:29 WIB
Tambahan produksi dari sumur LLA-5 diharapkan dapat memperkuat pasokan minyak nasional
Tambahan produksi dari sumur LLA-5 diharapkan dapat memperkuat pasokan minyak nasional

radarsurabayabisnis.id - Produksi minyak nasional berpotensi bertambah hingga sekitar 1.200 barel per hari (barrel oil per day/BOPD) setelah sumur pengembangan LLA-5 yang berada di wilayah kerja Offshore North West Java (ONWJ) memasuki tahap produksi.

Sumur tersebut mulai dibor pada 27 April 2026 di Platform Lima menggunakan rig PV-Drilling II dan berhasil menyelesaikan proses pengeboran pada 22 Juni 2026 setelah berlangsung selama 67 hari.

Dalam pelaksanaannya, proses pengeboran sempat menghadapi kendala akibat adanya peralatan yang tersangkut di dalam sumur atau stuck pipe. Kondisi tersebut membuat operator harus melakukan pengambilan kembali peralatan yang tertinggal sebelum melanjutkan pengeboran menggunakan metode sidetrack.

Baca Juga: Konsumsi BBM Subsidi Jatim Meningkat, Pertamina Percepat Distribusi Lewat Skema Double Alih Suplai

Akibat kendala tersebut, durasi pengerjaan menjadi lebih panjang dibandingkan rencana awal. Namun demikian, seluruh tahapan pengeboran berhasil diselesaikan dengan aman tanpa insiden kecelakaan kerja.

Sumur LLA-5 dibor secara miring dengan target lapisan LL-30 pada interval 4.745–4.752 ftMD. Setelah pengeboran selesai, sumur menjalani uji produksi dan resmi memasuki tahap production on process (POP) pada 26 Juni 2026.

Produksi awal sumur tercatat mencapai 566 BOPD. Saat ini operator masih melakukan proses pembersihan sumur atau clean-up guna mengoptimalkan kinerja produksi.

Baca Juga: Biodiesel B50 Resmi Meluncur 1 Juli, Ini Efeknya Bagi Harga Biosolar dan Impor Minyak

Setelah proses tersebut selesai, produksi diperkirakan meningkat hingga sekitar 1.200 BOPD dengan kandungan air sekitar 4 persen melalui penerapan metode gas lift.

Jika target tersebut tercapai, produksi sumur LLA-5 akan mencapai hampir empat kali lipat dibandingkan target awal yang hanya sebesar 300 BOPD.

Dari sisi investasi, realisasi biaya pengeboran tercatat mencapai sekitar 95 persen dari nilai Authorization for Expenditure (AFE) yang telah disetujui sebesar US$13,38 juta.

Tambahan produksi dari sumur LLA-5 diharapkan dapat memperkuat pasokan minyak nasional sekaligus mendukung upaya peningkatan produksi migas dalam negeri di tengah tantangan penurunan produksi alamiah dari lapangan-lapangan tua.

Editor : Hany Akasah
#pengeboran #minyak bumi #esdm #sumur minyak