Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Masuk Uji Coba Tahap 3, CNG 3 Kg Bakal Beredar di Agen-Pangkalan Resmi

Hany Akasah • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:39 WIB
UJI COBA: Petugas mengisi tabung CNG bertekanan 200 bar di SPBG. CNG 3 Kg disiapkan jadi alternatif LPG.
UJI COBA: Petugas mengisi tabung CNG bertekanan 200 bar di SPBG. CNG 3 Kg disiapkan jadi alternatif LPG.

RADAR SURABAYA BISNIS – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) berkapasitas 3 kilogram (kg). Langkah strategis ini disiapkan sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG).

Ke depannya, skema peredaran CNG 3 kg akan didistribusikan melalui jaringan agen dan pangkalan resmi milik PT Pertamina (Persero). 

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menegaskan bahwa pola distribusinya akan meniru ekosistem LPG yang saat ini sudah berjalan di masyarakat.

Baca Juga: DPD RI Lia Istifhama Dorong Gaya Hidup Sehat yang Inklusif dan Menyenangkan

“Di mana ada fungsi agen, ada fungsi pangkalan, ya itu memang harus dikerjasamakan dengan Pertamina. Maksudnya pola yang dijalankan untuk CNG itu persis seperti salah satu bentuknya persis seperti pola distribusi LPG,” jelas Laode.

Kabar baiknya, masyarakat tidak akan dibebankan biaya untuk membeli tabung CNG. Sistem yang akan diterapkan adalah penyewaan tabung oleh badan usaha, sehingga masyarakat hanya perlu membayar untuk isi gasnya saja.

"Tabungnya itu nanti polanya bukan dibeli oleh masyarakat, tapi milik badan usaha. Jadi, masyarakat tinggal tukar-tukar aja," tambahnya.

Baca Juga: Ancaman PHK Ribuan Pekerja Meningkat, DPRD Jatim Minta Satgas PHK Dibentuk

Terkait progres pelaksanaannya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemerintah kini tengah memasuki tahap uji coba penggunaan CNG tabung 3 kg yang ketiga.

Bahlil menekankan bahwa teknologi CNG pada dasarnya bukanlah hal baru di Indonesia. Kapasitas yang lebih besar, yakni 12 kg dan 50 kg, telah lebih dulu digunakan secara luas di sektor komersial seperti perhotelan, restoran, hingga mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Ini bukan barang baru, muncul tiba-tiba dari Fak-Fak datang, tidak. Ini sudah ada. Cuman untuk rakyat kita di bawah yang dikenakan subsidi itu adalah harus pakai tabung yang 3 kilo. Tekanannya itu 200 sampai 250 bar. Nah ini yang kita sekarang lagi uji coba,” pungkas Bahlil.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Rayu Investor Korsel Bangun Ekosistem Baterai di RI

Inovasi pengemasan CNG ke dalam tabung 3 kg ini diharapkan dapat menjadi alternatif energi yang lebih efisien dan mudah dijangkau bagi kebutuhan memasak rumah tangga sehari-hari. 

Editor : Hany Akasah
#energi baru #lpg #uji coba #cng #pertamina