RADAR SURABAYA BISNIS - Sebagai bentuk nyata penguatan literasi teknologi di lingkungan pendidikan Islam, pemerintah kini menggandeng sektor pesantren dalam sebuah kemitraan strategis.
Melalui sinergi ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membuka pintu selebar-lebarnya bagi para santri di seluruh penjuru negeri untuk mendapatkan pelatihan digital serta sertifikasi kompetensi formal.
Inisiatif ini dihadirkan untuk mencetak generasi muda yang cakap digital dan adaptif, sehingga lulusan pesantren siap menjadi talenta unggulan yang mampu menjawab tantangan serta bersaing ketat di panggung ekonomi digital saat ini.
Baca Juga: Klaim Bantu Program MBG Hemat Rp111 Triliun, Mitra MBG Mengeluh ke Zulhas
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menjelaskan bahwa program peningkatan kapasitas berbasis daring ini dirancang secara fleksibel sesuai minat santri, serta terintegrasi langsung dengan uji kompetensi yang diakui oleh sektor industri formal.
Menariknya, program pelatihan ini tidak hanya berhenti pada penyerapan materi, melainkan terintegrasi langsung dengan uji kompetensi yang diakui oleh sektor industri formal.
“Kita memiliki pelatihan digital yang dapat diikuti secara daring dan berujung pada sertifikasi kompetensi yang berguna untuk memasuki dunia kerja,” ujar Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria saat menerima audiensi Bina Usaha Nahdliyin di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (24/06/2026).
Wamen Nezar menyatakan bahwa Kemkomdigi siap mendukung berbagai inisiatif yang melibatkan pesantren dalam peningkatan kapasitas digital masyarakat.
Baca Juga: Pemerintah Sebut Belum Ada Tren PHK Massal di Indonesia, Ini Faktanya
Menurutnya, penguatan keterampilan teknologi bagi generasi muda pesantren merupakan hal yang krusial, mengingat spektrum profesi bagi lulusan pesantren kini kian meluas dan berkembang. Lulusan pesantren memiliki beragam pilihan profesi di masa depan, sehingga tidak lagi terbatas pada sektor keagamaan konvensional seperti pendakwah atau pengajar agama semata.
Lebih jauh dari sekadar kecakapan digital dasar, Kemkomdigi juga mendorong agar program literasi digital di lingkungan pesantren terus berevolusi mengikuti denyut perkembangan zaman. Kurikulum literasi masa kini diarahkan untuk membekali para santri dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi-teknologi baru yang tengah berkembang pesat di tingkat global (emerging technology).
“Literasi digital sekarang itu lebih mencoba meningkatkan skill atau juga pemahaman terhadap emerging technology. Misalnya artificial intelligence, IoT (Internet of Things), dan lain-lain,” jelas Nezar Patria.
Menurut Wamenkomdigi, adopsi bahasan mengenai Kecerdasan Artifisial atau Artificial Intelligence (AI) sudah sangat mendesak dan relevan bagi ekosistem pesantren.
Baca Juga: Keran Ekspor Batubara Kembali Normal, ESDM Pastikan Kebutuhan PLN Aman Terkendali
Mengingat penetrasi teknologi AI saat ini telah diadopsi secara masif oleh generasi muda termasuk para santri, maka diperlukan pemahaman serta literasi yang memadai agar pemanfaatan teknologi tersebut dilakukan secara kritis, produktif, dan bertanggung jawab.
“Paling tidak ada literasi tentang bagaimana sih kita menghadapi artificial intelligence ini. Dan saya kira di pesantren itu sangat kontekstual,” katanya menambahkan.
Selain pilar pelatihan dan sertifikasi, Kemkomdigi turut menawarkan ruang kolaborasi yang lebih luas dalam program pengembangan talenta serta kewirausahaan berbasis teknologi.
Salah satu wadah konkret yang disiapkan adalah program Garuda Spark Innovation Hub yang saat ini jangkauannya tengah diperluas secara agresif ke berbagai daerah.
Program tersebut dirancang untuk menjadi ruang yang inklusif bagi generasi muda untuk mengasah keahlian digital, membangun jejaring dengan para pelaku industri, hingga merintis perusahaan rintisan (startup) teknologi baru.
Inisiatif strategis ini melengkapi program-program pelatihan digital reguler yang selama ini konsisten diampu oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Komdigi guna memperkuat ekosistem talenta digital nasional.
Menutup rangkaian pertemuan audiensi tersebut, Wamen Nezar Patria kembali menegaskan komitmen penuh dan dukungan konkrit dari pihak kementerian terhadap ragam inisiatif yang diusung oleh Bina Usaha Nahdliyin.
Program-program tersebut selaras dengan agenda prioritas nasional seperti peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan literasi digital, hingga isu krusial mengenai pelindungan anak di ruang digital.
Baca Juga: Tahan 50 Tahun dan Lolos Uji 6 Ton, Jembatan Kaca Bromo Siap Jadi Magnet Baru Wisatawan
“Komdigi mendukung inisiatif ini. Nanti kita coba cari poin kolaborasinya di mana, apa yang bisa kita support,” tegas Nezar.
Melalui perluasan jalinan kemitraan erat bersama jaringan pesantren ini, Kemkomdigi menaruh harapan besar agar kelak lahir potret talenta digital baru yang kompeten dari kalangan santri.
Target jangka panjangnya, masyarakat Indonesia diharapkan tidak hanya bertindak sebagai pengguna pasif teknologi, melainkan mampu tampil sebagai inovator, wirausahawan mandiri, serta pelaku ekonomi digital yang berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global. (nov/han)
Editor : Hany Akasah