radarsurabayabisnis.id - Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pemerintah akan memfasilitasi dialog antara mitra Badan Gizi Nasional (BGN) dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang muncul di lapangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Zulhas saat menerima perwakilan Presidium Mitra MBG di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Kamis (25/6).
Zulhas Akui Banyak Mitra Sudah Berkorban
Menurut Zulhas, pemerintah memahami keresahan para mitra yang selama ini ikut berkontribusi menyukseskan program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut.
Baca Juga: Dapur MBG Tutup, Ribuan Relawan Terancam Menganggur, Petani, Peternak dan UMKM Kehilangan Pasar
Ia menegaskan seluruh laporan yang disampaikan para mitra akan ditelaah dan ditindaklanjuti bersama Badan Gizi Nasional yang kini dipimpin kepala baru.
"Saya tahu keresahan para mitra, mitra sudah banyak yang berkorban. Semua laporan pasti akan dicek dan ditinjau," ujar Zulhas, Jumat (26/6).
Mitra MBG Akan Diundang dalam Rapat dengan BGN
Untuk memperkuat komunikasi, pemerintah berencana mengundang Presidium Mitra MBG dalam rapat koordinasi terbatas bersama BGN dan para pemangku kepentingan lainnya.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi pelaksana program di lapangan sekaligus mencari solusi bersama.
Baca Juga: DJP Ungkap Potensi Kebocoran Pajak dari Program MBG dan Koperasi Merah Putih
"Nanti Presidium akan kami undang dalam rapat koordinasi terbatas bersama BGN dan stakeholder terkait agar berbagai persoalan di lapangan dapat dibahas dan dicarikan solusi," kata Zulhas.
Mitra Minta Dilibatkan dalam Penyusunan Kebijakan
Dalam pertemuan tersebut, para mitra menyampaikan sejumlah aspirasi mulai dari pelibatan dalam penyusunan kebijakan, evaluasi kebijakan moratorium, perlindungan hukum, kepastian usaha, hingga penguatan komunikasi dengan BGN.
Perwakilan DPP Gapembi, Alven Stony, menilai keterlibatan mitra sangat penting karena mereka merupakan pelaksana utama program di lapangan dan memahami berbagai tantangan operasional secara langsung.
Program MBG Diklaim Hemat Rp111,28 Triliun
Menurut Alven, keterlibatan mitra dalam pembangunan dapur MBG justru memberikan penghematan anggaran yang sangat besar bagi negara.
Ia menjelaskan, pada awalnya BGN berencana membangun dapur dengan biaya sekitar Rp4 miliar per unit menggunakan dana APBN.
Namun dengan melibatkan mitra, kebutuhan investasi tersebut dapat ditekan secara signifikan.
"Jika dikalikan dengan target 27.820 dapur, potensi penghematan mencapai sekitar Rp111,28 triliun," ujarnya.
Wilayah 3T Masih Hadapi Kendala Operasional
Sementara itu, Ketua Umum APGI3T Herwil Junaidi mengungkapkan bahwa program MBG telah memberikan dampak ekonomi yang cukup besar, baik di wilayah perkotaan maupun kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Namun demikian, sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah terpencil dilaporkan masih mengalami keterlambatan operasional akibat kebijakan baru yang diterapkan pemerintah.
Karena itu, para mitra berharap komunikasi antara pemerintah dan pelaksana di lapangan dapat diperkuat agar pelaksanaan program MBG berjalan lebih efektif dan mampu menjangkau seluruh wilayah Indonesia.
Editor : Hany Akasah