RADAR SURABAYA BISNIS – Di tengah tantangan pemutusan hubungan kerja (PHK) yang membayangi sektor industri, Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengumumkan langkah strategis dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,26 triliun.
Dana stimulus ekonomi pada semester II tahun 2026 ini tidak hanya difokuskan untuk menekan angka pengangguran, tetapi juga membuka peluang kolaborasi pembiayaan yang menguntungkan bagi perusahaan mitra.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI, Kurnia Ramadhana, merinci bahwa dari total anggaran tersebut, sebesar Rp4,14 triliun dialokasikan khusus untuk Program Magang Nasional yang menargetkan 150 ribu peserta.
Baca Juga: Bunga PNM Mekaar Turun Drastis Jadi 8 Persen, Subsidi Pemerintah Siap Ringankan Beban UMKM
Sementara itu, sisa Rp2,12 triliun disiapkan untuk pelatihan vokasi prioritas bagi 220 ribu lulusan SMK dan 50 ribu pekerja terdampak PHK.
Bagi dunia bisnis, kebijakan ini membawa angin segar dalam efisiensi rekrutmen. Anggaran Rp4,14 triliun tersebut akan digunakan untuk membiayai uang saku peserta magang selama enam bulan, di mana besarannya disesuaikan dengan Upah Minimum masing-masing daerah.
Lebih jauh, dana ini juga mencakup biaya sertifikasi kompetensi, pelatihan, hingga dukungan operasional penyelenggaraan melalui ekosistem digital Maganghub milik Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca Juga: Radar Surabaya Award 2026 Siap Digelar, Forkopimda Jatim hingga Pelaku Usaha Akan Diberi Penghargaan
Menariknya, pemerintah tengah mematangkan skema cost-sharing atau berbagi biaya dengan pihak swasta. Kurnia menjelaskan bahwa ada kemungkinan sebagian beban uang saku atau gaji peserta magang akan ditanggung bersama oleh perusahaan mitra.
"Dengan kemungkinan formulasi tertentu yang saat ini masih dalam tahap pembahasan," ujar Kurnia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (24/6).
Skema ini memberi ruang bagi pelaku industri untuk mendapatkan talenta muda yang kompeten dan tersertifikasi dengan beban biaya tenaga kerja yang jauh lebih efisien.
Baca Juga: Ayam Goreng Kamari Surabaya, Perpaduan Rasa Makassar dan Chinese Food yang Viral
Perusahaan dapat memanfaatkan program ini untuk mencari bibit unggul tanpa harus menanggung 100 persen biaya operasional magang.
Pelaksanaan Program Magang Nasional ini rencananya akan mulai bergulir pada Juli 2026. Sebagai langkah awal, pemerintah menargetkan penyerapan sekitar 50 ribu peserta pada gelombang pertama, yang akan terus bertahap hingga memenuhi kuota 150 ribu peserta di tahun ini.
Implementasi kebijakan ini diharapkan mampu memacu produktivitas industri sekaligus memulihkan daya beli masyarakat.
Baca Juga: Pendaftaran SMP Negeri Surabaya Masuk Tahap Afirmasi dan Mutasi, Ini Jadwal Selengkapnya
Editor : Hany Akasah