Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Tak Cuma Petani, BI Kini Incar Ratusan Barista Tembus Pasar Internasional

Hany Akasah • Rabu, 24 Juni 2026 | 20:02 WIB
ILUSTRASI barista sedang mengecek mesin kopi. BI targetkan cetak ratusan barista berstandar global.
ILUSTRASI: Barista sedang mengecek mesin kopi. BI targetkan cetak ratusan barista berstandar global.

RADAR SURABAYA BISNIS – Bank Indonesia (BI) tengah membidik potensi besar dari industri kopi nasional yang nilainya diperkirakan mencapai US$12,5 miliar atau setara Rp222,8 triliun. 

Guna memaksimalkan potensi tersebut, BI meluncurkan inisiatif peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu 2026.

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menyatakan bahwa kopi merupakan salah satu sektor prioritas yang memiliki dampak ekonomi luas, mulai dari tingkat petani di hulu hingga industri hilir. Namun, besarnya potensi ini masih dihadapkan pada tantangan sertifikasi tenaga kerja.

Baca Juga: Stop Flexing Berlebihan Financial Influencer Nakal Siap-Siap Kena Sanksi Belasan Miliar

"Sekarang itu ada 923 ribu barista. Berapa yang sertifikasi internasional? Cuma sekitar 100," ujar Perry dalam acara Kick Off Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan 2026 di Kantor BI, Jakarta, Senin (22/6).

Merespons ketimpangan tersebut, BI menginisiasi program unggulan bertajuk Cangkir Barista. Melalui program ini, Bank Indonesia menargetkan pencetakan 400 barista bersertifikasi internasional setiap tahunnya, yang berarti empat kali lipat dari jumlah barista bersertifikat global yang ada saat ini.

Nantinya, para peserta program Cangkir Barista akan menerima pelatihan kewirausahaan dan keterampilan teknis secara komprehensif, sebelum diterjunkan untuk praktik langsung di industri kopi. Program ini diharapkan mampu memperkuat rantai nilai industri kopi nasional secara keseluruhan.

Baca Juga: Tegaskan Tidak Ada PHK di Jawa Timur, Kemenperin Bantah Relokasi PT JAI dan PT SAI ke Vietnam

Lebih lanjut, penguatan kapasitas tidak hanya difokuskan pada peracik kopi. Para barista yang berhasil mengembangkan usahanya akan didorong untuk bermitra langsung dengan petani kopi. Kemitraan ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan kualitas bahan baku sejak dari kebun.

"Kami minta satu, carilah produksi kopi dari petani yang terbagus dan didiklah petani itu. Cara memilih buahnya, cara mengeringkannya, cara memilah kualitasnya," tambah Perry.

Penguatan kapasitas dari hulu ke hilir ini dinilai krusial agar kopi Indonesia mampu memenuhi standar ketat pasar global, sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi seluruh pelaku industri di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Baca Juga: Stok Beras Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Aman hingga Mei 2027 dan Siap Hadapi El Nino

Editor : Hany Akasah
#internasional #sertifikasi #kopi #bank indonesia #barista