Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Stok Beras Cetak Rekor 5,3 Juta Ton, Aman hingga Mei 2027 dan Siap Hadapi El Nino

Mus Purmadani • Rabu, 24 Juni 2026 | 14:56 WIB
STABIL: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Pasar Wisata Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1).
STABIL: Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menggelar Pasar Murah di Pasar Wisata Tanggulangin, Sidoarjo, Kamis (8/1).

radarsurabayabisnis.id - Pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman hingga Mei 2027. Saat ini, Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 5,2 hingga 5,3 juta ton, menjadikannya sebagai stok beras tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan besarnya cadangan beras tersebut menjadi modal penting dalam menghadapi potensi dampak fenomena cuaca El Nino yang diperkirakan dapat memengaruhi produksi pangan nasional.

Menurutnya, pemerintah telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini dengan memperkuat stok pangan nasional agar pasokan dan harga beras tetap stabil di tengah ancaman perubahan iklim.

Baca Juga: Stok Beras Bulog Tembus 5,19 Juta Ton, Komitmen Prioritaskan Gabah Petani terbukti

"Kami memang sudah menyiapkan langkah jauh hari untuk menghadapi El Nino. Pengalaman tahun 2023 menjadi pelajaran penting. Alhamdulillah, saat ini stok beras kita mencapai 5,2 hingga 5,3 juta ton. Ini merupakan stok tertinggi sepanjang sejarah dan menjadi kondisi yang sangat baik," ujar Amran di Jakarta, Rabu (24/6).

Stok Beras Dipastikan Aman hingga Mei 2027

Amran optimistis ketersediaan beras nasional tetap aman hingga akhir tahun 2026. Bahkan, berdasarkan perhitungan pemerintah, stok yang tersedia saat ini diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Mei 2027.

"Insya Allah aman sampai Desember. Bahkan, beras kita diperkirakan cukup hingga Mei 2027. Jadi tidak ada masalah," katanya.

Optimisme tersebut didukung oleh Proyeksi Neraca Pangan Beras yang diperbarui pemerintah pada awal Juni 2026. Berdasarkan proyeksi tersebut, Indonesia diperkirakan masih memiliki stok beras sebesar 16,24 juta ton pada akhir tahun ini.

Baca Juga: 2.052 Keluarga di Sidoarjo Terima Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter

Jumlah tersebut berasal dari stok awal tahun 2026 sebesar 12,54 juta ton yang ditambah proyeksi produksi sepanjang tahun mencapai 34,76 juta ton. Setelah dikurangi kebutuhan konsumsi nasional sekitar 31,1 juta ton, Indonesia masih memiliki cadangan beras yang cukup besar.

Surplus Beras Diperkirakan Bertahan hingga Tahun Depan

Dengan neraca akhir tahun mencapai 16,24 juta ton, stok beras nasional diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama sekitar lima bulan pada 2027.

Cadangan tersebut bahkan berpotensi meningkat karena musim panen raya diperkirakan berlangsung pada Maret hingga April tahun depan, sehingga dapat kembali menambah pasokan beras nasional.

Meski demikian, Amran mengakui terdapat potensi penurunan produksi beras pada 2026. Namun, penurunan tersebut dinilai sangat kecil dan tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan produksi beras periode Januari hingga Juli 2026 diproyeksikan turun sekitar 0,08 juta ton dibandingkan periode yang sama pada 2025.

"Tahun lalu surplus produksi mencapai 4 juta ton. Anggap saja sampai akhir tahun turun 0,2 persen atau sekitar 80 ribu ton. Namun, kita masih memiliki surplus sekitar 4 juta ton selama dua tahun. Jadi, jangan hanya melihat penurunan 0,2 persen dibandingkan tahun lalu, karena produksi tahun lalu memang meningkat sangat tinggi," jelasnya.

Bulog Diproyeksikan Serap Surplus Produksi Beras

Amran menambahkan, surplus produksi beras yang diperkirakan mencapai sekitar 4 juta ton pada 2026 dapat menjadi sumber tambahan penyerapan bagi Perum Bulog untuk memperkuat Cadangan Beras Pemerintah.

Dengan peningkatan produksi yang terus didorong pemerintah, stok CBP diperkirakan akan terus bertambah dan semakin memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah berbagai tantangan, mulai dari perubahan iklim hingga ketidakpastian pasokan pangan global.

Pemerintah pun optimistis ketersediaan beras nasional tetap terjaga sehingga mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas harga beras di pasar.

Editor : Hany Akasah
#amran sulaiman #stok beras #mentan amran #el nino #swasembada