radarsurabayabisnis.id - Perum Bulog menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program swasembada pangan nasional melalui penguatan penyerapan hasil panen petani, stabilisasi pasokan, serta keberpihakan kepada petani dan nelayan sebagai pelaku utama sektor pangan.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan keberhasilan mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan membutuhkan dukungan seluruh pihak, terutama petani, nelayan, dan pelaku pangan di berbagai daerah.
"Bulog berkomitmen untuk terus hadir mendukung petani, nelayan, dan seluruh pelaku pangan nasional dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan," ujarnya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/6).
Serapan Beras Bulog Tembus 3,15 Juta Ton
Komitmen tersebut juga disampaikan dalam Temu Wicara Pekan Nasional Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo yang dihadiri lebih dari 370 petani dan nelayan dari berbagai wilayah Indonesia.
Baca Juga: Update Harga Sembako Terbaru, Cabai Rawit Masih Termahal, Bawang Merah Sentuh Rp56 Ribu
Menurut Rizal, petani dan nelayan merupakan pilar utama dalam menjaga ketersediaan pangan nasional. Karena itu, Bulog akan terus memperkuat peran sebagai stabilisator pangan sekaligus mitra strategis bagi para pelaku sektor pangan.
"Petani dan nelayan adalah pahlawan pangan bangsa yang memiliki peran besar dalam menjaga ketersediaan pangan. Mereka harus mendapat dukungan yang berkelanjutan," tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan nyata, Bulog terus mengoptimalkan penyerapan hasil panen petani, khususnya gabah kering panen (GKP), sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp6.500 per kilogram.
Berdasarkan data hingga 19 Juni 2026, realisasi pengadaan beras Bulog telah mencapai 3.151.332 ton atau sekitar 78,55 persen dari target pengadaan tahun ini yang ditetapkan sebesar 4 juta ton.
Baca Juga: 2.052 Keluarga di Sidoarjo Terima Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter
Stok Beras Nasional Capai 5,19 Juta Ton
Selain memperkuat pengadaan dari petani, Bulog juga menjalankan fungsi stabilisasi pasar melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta bantuan pangan bagi masyarakat.
Saat ini stok beras yang dikelola Bulog mencapai 5,19 juta ton. Jumlah tersebut menjadi salah satu cadangan pangan terbesar yang dimiliki pemerintah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di dalam negeri.
Melalui program SPHP, Bulog telah menyalurkan lebih dari 357 ribu ton beras ke berbagai saluran distribusi, mulai pasar rakyat, ritel modern, Gerakan Pangan Murah, hingga jaringan Rumah Pangan Kita.
Bantuan Pangan Menjangkau 33,2 Juta Keluarga
Dalam upaya menjaga keterjangkauan pangan, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan kepada 33,2 juta keluarga penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Rizal menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan stok, tetapi juga keberpihakan terhadap petani, nelayan, dan seluruh pelaku pangan yang menjadi ujung tombak produksi nasional.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara pemerintah, Bulog, petani, dan nelayan menjadi faktor penting untuk menjaga keberlanjutan swasembada pangan Indonesia.
"Temu wicara ini menjadi momentum penting untuk mendengar aspirasi, memperkuat jejaring, dan memastikan kebijakan pangan berjalan semakin dekat dengan kebutuhan pelaku di lapangan," ujarnya.
Bulog Perkuat Peran dalam Swasembada Pangan
Dengan stok beras yang mencapai 5,19 juta ton dan realisasi pengadaan yang terus meningkat, Bulog menegaskan perannya sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional.
Keberpihakan kepada petani, nelayan, dan pelaku pangan akan terus diperkuat agar target swasembada pangan nasional dapat tercapai secara berkelanjutan.
Editor : Hany Akasah