radarsurabayabisnis.id - Minat investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia masih menunjukkan tren positif. Sejumlah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) utama bahkan mengajukan perluasan lahan karena kapasitas yang tersedia hampir penuh, sementara permintaan investasi baru terus berdatangan.
Tiga kawasan yang menjadi tujuan utama investasi tersebut adalah KEK Gresik, KEK Kendal, dan KEK Galang Batang di Bintan. Pemerintah menilai kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan investor global terhadap iklim investasi Indonesia masih terjaga.
Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, mengatakan ketiga KEK manufaktur terbesar di Indonesia saat ini membutuhkan tambahan lahan untuk mengakomodasi investor baru.
"KEK manufaktur terbesar itu mulai dari Gresik, kemudian Kendal, dan Galang Batang di Bintan. Ketiganya mengajukan perluasan lahan karena kawasan yang ada sudah penuh, sementara investor yang ingin masuk masih mengantre," ujarnya di Jakarta.
KEK Gresik, Kendal dan Bintan Ajukan Ekspansi Ribuan Hektare
Permintaan perluasan lahan yang diajukan masing-masing kawasan tergolong signifikan. KEK Gresik mengusulkan tambahan sekitar 1.200 hektare, KEK Kendal sekitar 1.000 hektare, sedangkan KEK Galang Batang di Bintan mengajukan perluasan hingga 2.600 hektare.
Besarnya kebutuhan lahan tersebut menunjukkan kawasan industri berbasis KEK masih menjadi pilihan utama investor asing yang ingin memperluas kapasitas produksi di Asia Tenggara.
Menurut pemerintah, keterbatasan lahan yang tersedia saat ini menjadi alasan utama perlunya pengembangan kawasan agar peluang investasi yang masuk tidak berpindah ke negara lain.
Potensi Investasi Baru Tembus Rp557 Triliun
Pemerintah memperkirakan perluasan tiga KEK tersebut berpotensi mendatangkan tambahan investasi hingga sekitar Rp557 triliun dalam jangka panjang.
Meski demikian, realisasi investasi tersebut diperkirakan akan berlangsung secara bertahap seiring pengembangan kawasan dan proses masuknya investor baru.
Susiwijono menegaskan tingginya permintaan ekspansi lahan menjadi bukti bahwa Indonesia masih dipandang sebagai tujuan investasi yang menarik, terutama di sektor manufaktur.
"Ini menunjukkan bahwa investor asing masih memiliki kepercayaan untuk berinvestasi di Indonesia, bahkan meminta perluasan hingga dua kali lipat dari kapasitas yang ada," katanya.
KEK Jadi Magnet Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja
Kawasan Ekonomi Khusus merupakan salah satu instrumen strategis pemerintah untuk menarik investasi melalui berbagai insentif, mulai dari kemudahan fiskal, percepatan perizinan, hingga dukungan infrastruktur industri yang terintegrasi.
Melalui pengembangan dan perluasan KEK, pemerintah berharap dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat manufaktur dan investasi terbesar di Asia Tenggara.
Editor : Hany Akasah