RADAR SURABAYA BISNIS – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia secara resmi mulai membuka keran pendaftaran program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 3.
Agenda penguatan kapasitas angkatan kerja berskala masif ini dibuka terhitung mulai tanggal 19 Juni hingga ditutup secara resmi pada 9 Juli 2026 mendatang.
Menatap pelaksanaan gelombang ketiga ini, otoritas ketenagakerjaan nasional membidik target kepesertaan yang cukup ambisius, yakni menjaring sedikitnya 20.000 peserta yang tersebar di berbagai wilayah administrasi di Indonesia.
Baca Juga: Tak Ada Ampun Nekat Merokok di Kereta, 68 Penumpang Diturunkan Paksa oleh KAI Daop 8 Surabaya
Guna memastikan distribusi materi pengajaran berjalan optimal dan merata, rangkaian pelatihan vokasi terpadu ini akan diselenggarakan secara serentak melalui jejaring infrastruktur pelatihan milik pemerintah.
Struktur pelaksana tersebut meliputi Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP), Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP), Satuan Pelayanan (Satpel), hingga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) yang berada di bawah naungan pemerintah kabupaten maupun provinsi.
Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah, menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat yang berada dalam klaster usia kerja untuk bergerak proaktif memanfaatkan stimulus investasi keterampilan ini.
Baca Juga: Penalti Rp 100 Juta Dicabut, Peserta KDKMP dan KNMP yang Mundur Bisa Konfirmasi Ulang
Langkah akselerasi ini dinilai krusial guna mengerek daya saing sekaligus memantapkan kompetensi tenaga kerja domestik di tengah ketatnya pusaran pasar kerja global.
“Program Pelatihan Vokasi Nasional menjadi bagian dari komitmen Kemnaker dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Kami ingin memastikan masyarakat memiliki akses yang lebih luas terhadap pelatihan kerja yang berkualitas. Melalui program ini, peserta dapat meningkatkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja,” urai Darmawansyah melalui siaran pers resmi Biro Humas Kemnaker, Sabtu (20/6/2026).
Terkait mekanisme teknis penerimaan, Darmawansyah menjelaskan bahwa seluruh calon peserta yang berminat wajib memiliki akun digital resmi pada platform SIAPkerja untuk kemudian memilih kejuruan pelatihan yang selaras dengan minat serta profil kebutuhan masing-masing.
Baca Juga: Masa Tunggu Haji Turun Jadi 26 Tahun, Presiden Prabowo Minta Dipercepat Lagi
Sebagai nilai tambah untuk mengukur potensi personal, sistem juga menyediakan fitur pengisian Asesmen Kecocokan Kerja (SPI) serta Asesmen Penilaian Diri yang dapat diakses oleh pelamar secara opsional.
Berdasarkan lembar cetak biru panitia pusat, jendela pendaftaran PVN Batch 3 akan dikunci tepat pada tanggal 9 Juli 2026 pada pukul 23.59 WIB. Pasca-penutupan berkas, manajemen pusat akan langsung menggulirkan tahapan krusial berupa proses seleksi administrasi dan wawancara kompetensi yang dijadwalkan berlangsung secara maraton pada kurun waktu 10 hingga 15 Juli 2026.
Bagi para pelamar yang dinyatakan lolos menyisihkan ribuan kompetitor, pengumuman kelulusan resmi akan dirilis ke publik pada 16 Juli 2026. Sementara itu, untuk agenda kickoff peluncuran PVN Batch 3 sekaligus masa orientasi pengenalan bagi seluruh peserta baru bakal ditabuh secara serentak pada tanggal 20 Juli 2026.
Baca Juga: Pacu Produktivitas Agribisnis, Program Perkebunan Rakyat 870 Ribu Hektare Siap Serap Lapangan Kerja
Melalui kematangan manajemen rantai pasok tenaga kerja terampil ini, Kemnaker optimistis program intervensi negara ini mampu melahirkan agen-agen produktif baru, baik yang siap diserap oleh ekosistem korporasi swasta maupun yang memiliki kesiapan mental untuk membangun usaha mandiri secara berdikari.
“Pelatihan vokasi merupakan investasi jangka panjang. Semakin tinggi kompetensi yang dimiliki oleh angkatan kerja kita, semakin besar pula peluang mereka untuk memperoleh pekerjaan yang layak, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap akselerasi peningkatan produktivitas ekonomi nasional,” pungkas Darmawansyah menandaskan. (rir/han)
Editor : Hany Akasah