Industri & Perdagangan Infrastruktur Otomotif Perbankan & Keuangan Person of The Year Properti Transportasi & Logistik Wisata & Kuliner

Kisah Sriatun, Lansia 68 Tahun Penjaga Warkop di Surabaya Dapat Bantuan Modal

Mus Purmadani • Jumat, 19 Juni 2026 | 09:24 WIB
Di usia 68 tahun, Sriatun masih menjaga warung kopi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dinsos Jatim membantu dengan modal usaha Rp3,5 juta.
Di usia 68 tahun, Sriatun masih menjaga warung kopi untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dinsos Jatim membantu dengan modal usaha Rp3,5 juta.

radarsurabayabisnis.id - Usia senja tidak membuat Sriatun berhenti berjuang. Di usia 68 tahun, perempuan lanjut usia (lansia) asal Surabaya itu masih setia menjaga warung kopi kecil miliknya demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Dari warung kontrakan sederhana yang dikelolanya, Sriatun memperoleh penghasilan sekitar Rp50 ribu per hari. Meski pendapatannya terbatas, semangatnya untuk tetap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain tak pernah surut.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Timur, Restu Novi Widiani, mengatakan perjuangan Sriatun menjadi gambaran nyata bahwa usia bukan penghalang untuk tetap produktif dan berusaha memenuhi kebutuhan hidup.

dBaca Juga: 2.052 Keluarga di Sidoarjo Terima Bantuan Beras 20 Kg dan Minyak Goreng 4 Liter

"Semangat Sriatun menjadi bukti bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berusaha dan bertahan demi memenuhi kebutuhan hidup," ujar Restu.

Melihat kondisi tersebut, Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) Dinsos Jatim memberikan bantuan modal usaha sebesar Rp3,5 juta kepada Sriatun. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu pengembangan usaha warung kopi yang selama ini menjadi sumber penghidupannya.

Menurut Restu, perhatian kepada lansia produktif terus dilakukan di berbagai daerah di Jawa Timur. Dinsos Jatim memiliki tim yang secara khusus melakukan survei dan analisis terhadap potensi usaha yang dijalankan para lansia.

Baca Juga: Bulog Jatim Salurkan 65 Ribu Ton SPHP dan Bantuan Pangan untuk Jutaan Warga

Bantuan tidak hanya diberikan kepada pemilik warung kecil, tetapi juga kepada lansia yang menjalankan berbagai usaha mandiri lainnya untuk menopang kebutuhan hidup sehari-hari.

"Alhamdulillah, selama ini bantuan Dinsos dan lembaga-lembaga lain mampu membuat para lansia tetap berdaya," katanya.

Restu menilai semangat kemandirian para lansia di Jawa Timur cukup tinggi. Banyak di antara mereka tetap memilih bekerja dan mencari nafkah sendiri dibanding bergantung kepada anak maupun cucu.

Menurutnya, semangat tersebut layak diapresiasi karena menunjukkan bahwa para lansia masih memiliki daya juang yang kuat untuk hidup mandiri di tengah keterbatasan usia.

Editor : Hany Akasah
#kisah surabaya #dinas sosial jawa timur #lansia produktif #dinsos jatim